Tes Seleksi CPNS atau BUMN

Bagaimana perasaan bunda saat dinyatakan lulus seleksi tahap akhir CPNS? pastinya senang, kaget juga ga nyangka bisa karena bunda merasa ga ada apa-apanya dibandingin peserta tes lainnya yang masih fresh graduate, fresh look.

Sebenarnya jujur bunda ga terlalu antusias mengikuti tes seleksi CPNS, ini juga karena dorongan dari ayah karena bunda selama ini merasa ok kerja di swasta kan pengennya jadi Corporate Secretary gitu loh… dan pastinya bisa dapat gaji yang besar ga terlalu mikirin pensiun kan ada suami hehehe. Tapi, ga ada salahnya juga mencoba ikutan tes seleksi CPNS atau BUMN sekalian sambil ngetes kualifikasi diri. Bunda mau cerita tes seleksi CPNS atau BUMN yang pernah bunda ikuti seperti:

  1. Pertamina. Tahun 2007, pertama kali kirim lamaran sebelum menikah trus dapat panggilan tes saat sudah menikah. Tesnya diadakan oleh LPT UI terdiri dari tes psikotes, pengetahuan umum, diskusi kelompok, bahasa Inggris, wawancara, tes kekuatan fisik (lari 3x putaran Lapangan Banteng, mau jadi sekretaris atau satpam ya), tes kesehatan. Disini ketemu teman kuliah satu angkatan, Anne. Bunda lolos sampai tahapan menjelang akhir dan akhirnya mengundurkan diri, begini ceritanya: sebelumnya kan tes-tes awal selalu di LPT UI nah saat tes bahasa Inggris & Wawancara dilaksanakan di kantor pusat Pertamina. Pertama tes bahasa Inggris di semacam ruang rapatnya (kalau dilihat dari luar itu di bagian gedung Pertamina yang melebar seperti baut) dinginnya minta ampun dan ruangannya coklat gelap keren. Bunda lagi hamil muda nih saat ikutan tes. Setelah tes bahasa Inggris selesai dilanjutkan dengan wawancara tapi ada rehat dulu deh kalau ga salah dan dapat kue kotak trus sempat makan di kantinnya. Oya saat tes bahasa Inggris diumumin oleh panitia bahwa bagi yang diterima di Pertamina untuk yang belum menikah diharapkan jangan menikah dulu dan untuk yang sudah menikah jangan hamil, langsung deh hancur hati bunda secara lagi hamil muda ya sudah deh dengan berat hati mengundurkan diri. Panitia juga menginformasikan esok hari ada tes fisik dan kesehatan terdiri dari lari pagi hari keliling Lapangan Banteng sebanyak 3x dan disusul tes kesehatan dari urine, feses, general check-up dan ada USGnya. Bunda utarakan saat wawancara padahal sesi wawancaranya asyik, santai dan mereka juga menyayangkan pilihan bunda dan memberitahukan untuk mencobanya di tahun-tahun depan. Bunda keluar dari kantor Pertamina dengan lunglai padahal diluar tuh lagi ada program Senyum Pertamina jadi setiap orang disorot kamera untuk tersenyum gitu… ya bunda ga bisa dong lha wong lagi sedih 😦
  2. Perum Perhutani. Masih di tahun 2007 bunda ikutan lagi tes di Perum Perhutani yang diadakan di GBK Senayan, wuih pesertanya banyak banget karena terdiri dari berbagai jurusan eh ketemu lagi sama temen kuliah, Lisa. Tesnya standar, TPA dan panitia bilang hasilnya akan diumumkan diwebsitenya tapi tunggu punya tunggu sampai bulukan dan webnya error koq ga muncul-muncul hasilnya ya sudah lupakan saja deh lagian nanti kalau diterima ditempatkan di hutan lagi. Ternyata beberapa waktu lalu dimilis muncul info bahwa peserta  tes bisa lihat hasilnya diwebsite dengan memasukkan no peserta, dicoba dong eh ga bisa dan ga jelas gitu?
  3. ASKES. Tahun 2008, saat cuti melahirkan ada untungnya ga perlu bikin alasan aneh-aneh ke kantor untuk bolos. Disini sampai tes wawancara juga tapi ya sami mawon ga lulus.
  4. ASDP. Tesnya diadakan oleh PPM Manajemen terdiri dari serangkaian tes standar sih tapi bunda kebagian pagi terus jadi harus berangkat pagi banget dari rumah dan sarapan sekadarnya padahal waktu tesnya panjang sampai jam 12 siang alhasil keluar ruangan mata berkunang-kunang, lapar. Bunda hanya sampai tes wawancara oleh pihak PPM Manajemen yang dilaksanakan di gedung Kedaung itu loh yang produksi glassware.
  5. Setneg. Ini nih, seleksi CPNS yang bikin bunda banyak ijin kantor dari mulai sakit, ijin setengah hari, cuti dan berakhir dengan kegagalan. Gimana ga kebanyakan di hari kerja mana harus ambil kartu ujian langsung lah di Pusdiklat Setneg di area Fatmawati. Untungnya tes psikotesnya borongan selama 2 hari di STEKPI di hari Sabtu dan Minggu. Bunda merasa saat sesi wawancaranya sangat subyektif karena menilai dari kekurangan fisik bunda… hiks hiks hiks sedih deh padahal dari awal mereka menggembor-gemborkan seleksi berdasarkan nilai IP tertinggi.
  6. Bappenas. Ini adalah tes seleksi CPNS atau BUMN yang terakhir bunda ikuti, insyaallah. Tesnya terdiri dari TPA, TOEFL, Psikotes, Diskusi kelompok dan presentasi, Wawancara. Dilihat dari pengalaman bunda mengikuti berbagai tes CPNS yang pelaksanaannya paling terorganisir ya di Bappenas ini.

Jadi sudah tahu dong, bunda keterima dimana? doakan ya agar bunda berhasil mengikuti tahapan berikutnya dari CPNS menjadi PNS dan ga sekedar menjadi statistik, hanya menjadi PNS yang jumlahnya sudah terlalu banyak tsb.

Advertisements

15 thoughts on “Tes Seleksi CPNS atau BUMN

  1. assalamu’alayk..ibu, saya mau tanya..
    1. Anda tes pertamina tahun 2007, dikatakan bahwa waktu pengumpulan berkas belum menikah dan setelah ada panggilan telah menikah…jeda waktu antara pengumpulan berkas dan panggilan berapa lama bu?

    2. Apakah aturan 2007 itu tetap berlaku pada pertamina saat ini?
    “Tidak boleh menikah, kalopun menikah tidak boleh hamil?”

    sepertinya semua tes yg ibu ikuti hanya diperuntukkan untuk wanita ya?

    ^_^

    Like

    • Walaikumsalam. Coba saya jawab ya… (1) jarak waktu mengirimkan lamaran kerja hingga pemanggilan wawancara saya lupa persisnya tapi kalau gak salah antara 3-6 bulan, (2) karena waktu itu posisi yang saya lamar adalah sekretaris mungkin memang begitu peraturannya, saya juga kurang tau persisnya. Semoga berhasil ya! 🙂

      Like

  2. Terima kasih ibu, yg membuat jdi berat pada bumn adalah keharusan tidak boleh menikah selama masa diklat dan tes, itu menurut sya peraturan yang harus dihapuskan,,tpi wallahu’alam, mereka (bumn) psti pnya pertimbangan sndiri, dan perhitungan Allah lbh akurat dibandingkan itu..

    ^_^

    Like

    • Mungkin memang ada pertimbangan lain pada perusahaan membuat peraturan tersebut seperti saat orang sudah menikah dilanjutkan dengan punya anak bisa berarti kan dianggap gak fokus dengan kerjaan sedangkan pada tahun awal seseorang bekerja diharapkan memberikan performa kerja yang bagus dan kalau hitungan ekonomi saat seseorang menikah dan punya anak berarti kan perusahaan harus memberikan tunjangan tambahan yang berarti penambahan biaya. Itu menurut saya sih tapi memang harus ada win-win solution lah 🙂

      Like

  3. mbak berarti kalau sudah menikah boleh ikut cpns ya?bisa beri informasi tes cpns dan BUMN mana saja yang membolehkan syarat sudah menikah . terima kasih

    Like

    • Halo Resi, di beberapa K/L untuk penerimaan CPNS boleh bagi yang sudah menikah, biasanya tercantum dalam persyaratan kok. Untuk K/L apa saja saya kurang tahu, semoga membantu ya 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s