Lomba-lomba

Bunda bukan salah ketik ya…bukan lumba-lumba. Postingan ini mengenai kegiatan 17 Agustus yang diadakan di kantor dan di rumah.

Pertama, bunda ingin bercerita mengenai berbagai kegiatan yang bunda ikuti baik secara sukarela maupun terpaksa πŸ™‚ dalam rangka memeriahkan pelaksanaan kegiatan 17 Agustus di kantor. Namanya juga di kantor, kegiatan dimulai dengan upacara pembukaan dan bunda datang telat πŸ™‚ gimana ga telat? upacara pembukaan dijadwalkan Jumat, 7 Agustus 2009 pukul 07.00, yang biasanya di jam segitu bunda masih di rumah mempersiapkan diri berangkat kerja eh koq ini harus sudah standby? bunda sudah wanti-wanti ke ayah untuk berangkat lebih awal padahal ayah habis kerja lembur pastinya masih cape dan ngantuk 😦 alhasil bunda berhasil berangkat pukul 07.00 dari rumah dan dalam waktu setengah jam sudah sampai di kantor (untungnya ga macet). Bunda bingung juga menemukan barisan unit kerja bunda di sebelah mana untungnya upacara pembukaan belum dimulai jadi bunda masih sempat taro tas & helm di ruangan.

Upacara pembukaan berlangsung meriah karena setiap unit kerja meneriakkan yel-yel (ada yang kompak, ada yang pimpinannya saja yang hafal) dan kegiatan dimulai ditandai dengan pelepasan balon (duh, jadi ingat Hamad daripada dilepas ke udara kan mending buat Hamad). Setelah upacara pembukaan langsung diadakan senam massal dan bunda ikutan maju (lumayan, ga pernah ikut senam di kantor sih) tapi untuk senam yang dilombakan bunda ga ikutan soalnya gerakannya cepat dan bunda punya kelemahan dalam koordinasi dan sinkronisasi antara otak, gerakan tangan, kaki dan badan πŸ˜€

Setelah senam dilanjutkan dengan kegiatan tarik tambang di Taman Surapati, ga mungkin diadakan di halaman kantor yang sempit dan beraspal. Bunda kena tunjuk untuk ikutan lomba tarik tambang karena bunda termasuk the big seven (jumlah peserta tarik tambang adalah 7 orang yang berbobot) ya sudah setelah mengingat dan menimbang bahwa bunda anak baru di kantor danΒ  memiliki bobot yang memadai πŸ˜€ akhirnya bunda ikutan deh. Putaran pertama kita menang mudah dan maju ke babak berikutnya yang dilaksanakan setelah sholat Jumat dan istirahat makan siang. Nah, di babak ini mulai deh terasa kekuatan lawan yang tangguh dan tak terkalahkan (mereka juara tahun lalu) bagaimana mau narik lawan, bertahan saja sulit padahal mereka tuh ga gemuk-gemuk ga tau deh makannya apa bisa kuat begitu?

Pertandingan berikutnya adalah balap karung tapi bunda tidak ikut dan tidak kena tunjuk πŸ˜€ giliran lomba yang terakhir diperlombakan yaitu bakiak race bunda kena tunjuk lagi karena beberapa peserta tidak hadir di acara perlombaan setelah sholat Jumat ini (mungkin mereka kembali ke rutinitas pekerjaan). Satu tim bakiak race terdiri dari tiga orang dan bunda berada di posisi tengah, posisi depan harus bisa memimpin, memberikan aba-aba, dan bertenaga sedangkan posisi belakang harus yang kecil jadi bunda ditempatkan di tengah sebagai penyeimbang :-).

Baik lomba tarik tambang maupun bakiak race, tim bunda memperoleh posisi juara 2 (dua saja cukuplah) meskipun begitu cukup menorehkan catatan sejarah baru nih karena di tahun sebelumnya tidak pernah merebut posisi tiga besar.

Efek ikut lomba adalah mandi keringat, banyak makan, dan sedikit pegal dan cape karena puncak dari rasa sakit di badan pada Sabtu pagi duh, rasanya seperti Harry Potter saat tulang tangannya hilang akibat salah mantra. Tangan berasa lemas, ga bisa narik atau ngangkat barang, huhu…sakit tapi ga ada yang mijitin (maksudnya mijat profesional ya bukan pijitan ayah).

Di hari Minggu ini, di rumah juga ada kegiatan gerak jalan santai keliling komplek dan keluar komplek perumahan paling sekitar satu kilometer saja. Bunda mau ikutan dan ngajak Hamad tapi bunda ga mau jalan kaki jadi kita berdua naik sepeda. Hamad senang sekali, pagi-pagi sudah diajak keliling. Rencana awal mau mbuntutin dari belakang peserta gerak jalan santai tapi koq ditunggu-tunggu belum mulai sih, ya udah kita berdua akhirnya curi start putar-putar komplek duluan…juga ke komplek sebelah, asal belok aja sih dan banyak banget polisi tidurnya berasa naik kuda jadinya.

Pokoknya kegiatan 17 Agustus ini cape tapi senang, senang tapi cape πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

ps: Kegiatan 17 Agustus menurut kita yang sudah ibu-ibu ini pasti membosankan dan tidak seseru saat kita kecil dulu tapi eits jangan salah kegiatan 17 Agustus sekarang ini juga bisa seru lho! perkenalkan anak kita (khususnya bagi bayi, batita, balita) terhadap segala macam keriaan menyambut hari kemerdekaan Indonesia seperti mengajak anak untuk ikut serta dalam lomba maupun sekedar menyaksikan lomba tersebut sama mengasyikkan koq, melibatkan anak dalam menghias rumah dengan bendera, dll. Jadikan momen ini untuk mengenalkan rasa cinta anak terhadap Indonesia tanah air kita πŸ™‚

Advertisements

6 thoughts on “Lomba-lomba

  1. selalu ngiri kl baca postingan temen2 ttg 17-an. Di daerah sy itu gak pernah ada lomba2 atau acara apapun ttg 17-an deh. Sepi abis… Bendera di blok sy aja sp sekarang blm di pasang sm satpamnya… 😦

    Like

    • @mbak Hani: Merdeka! Kami tidak takut πŸ™‚
      @bunda Chi: ajakin para warga aja buat bikin perayaan 17-an, masa sih ga ada yang mau? apalagi kalo banyak anak kecil lebih seru.
      @pak Agus: terima kasih sudah mampir

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s