Kejedot Dalam Gelap

😦 😦 😦 tadi malam dahi Hamad kejedot kotak speaker. Di kamar kan ada dua kotak speaker yang direbahkan di lantai berfungsi sebagai ambalan/meja (susah nih mendeskripsikannya, kamar berantakan sih).

Sehari-hari kita banyak menghabiskan waktu di ruang keluarga (nama lain dari ruang tv dan ruang makan) terkadang Hamad bisa tidur di depan tv tapi kebanyakan sih dia tetap melek, mana bisa tidur wong semua anggota keluarga berkumpul, berbicara dan suara tv terdengar jelas.

Maka bila waktu menunjukkan pukul 9 malam tapi Hamad belum tidur kita langsung boyongan ke kamar yang suasananya lebih tenang, tidak ada peralatan elektronik audio visual. Sudah didalam kamar juga tidak menjamin Hamad bisa langsung tidur, dia malah bermain-main dulu seperti berjalan bolak-balik dari spring bed ke lantai, ngoprek meja rias, buka pintu laci meja rias, meminta bundanya tampil menyanyikan lagu, belajar coret-coret pake pensil, dan masih banyak lagi kegiatan yang Hamad mampu lakukan. Kalau sudah begini solusi terakhir adalah mematikan lampu kamar, paling tidak mengurangi aktivitasnya dan akhirnya Hamad memilih tidur daripada bermain dalam gelap. Nah, tadi malam bunda yang mematikan saklar lampu dan ayah yang menjaga Hamad tetapi rupanya posisi Hamad belum aman, dia masih tetap berusaha ke kasur sendirian melewati kotak speaker dan alhasil terdengar suara terbentur dan tangisan keras Hamad.

Bunda panik juga dan menyalakan saklar lampu, terlihat dahi Hamad benjol. Bunda ambil betadine, kapas dan minyak tawon. Kapas dan betadine untuk luka berdarahnya sedangkan minyak tawon untuk mengurangi memarnya tapi semuanya tidak terpakai. Hamad menangis lebih keras dan akhirnya ayah+bunda sibuk menenangkan dirinya, meniup dahinya dan tangisannya berkurang dan tidur. Bunda khawatir benjolnya bertambah besar dan tidak hilang…kan Hamad jadi jelek. Ayah menenangkan bunda bahwa benjolnya akan kempes dan Hamad baik-baik saja, benar juga sekarang benjolnya sudah kempes…alhamdulillah.

Pelajaran buat ayah+bunda adalah untuk membuat semua furnitur di rumah lebih ramah untuk anak dan mendisplinkan anak tidur (pengennya seperti yang di supernanny sih).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s