Perjalanan Mudik Lebaran

Akhirnya bunda selesai mengedit foto-foto lebaran sehingga bisa ngeblog lagi. Kali ini pastinya cerita tentang mudik lebaran…

Rencana mudik tanggal 18 September 2009 terpaksa tertunda gara-gara mobil travel yang dinanti-nanti terjebak kemacetan dan hp supir travel yang sulit dihubungi, duh kesal sekali hari itu.

Esoknya, kita putuskan untuk mudik menggunakan bis saja. Kita berempat (ayah, bunda, Hamad dan simbak) menuju pintu masuk tol Cakung biasanya banyak bis yang berhenti sejenak untuk mengangkut penumpang tapi ditunggu-tunggu banyak bis yang sudah penuh penumpang dan hanya tersedia kursi cadangan itu lho pake kursi baso plastik yang diletakkan ditengah bis alamak pasti pegel dan tidak nyaman.

Bersama dengan satu keluarga yang akan mudik ke Kuningan, kita pergi ke terminal Pulogadung. Sengaja kita masuk terminal melewati jalan tikus (besi pagar yang bolong) karena seperti diketahui di terminal banyak sekali calo-calo bis yang dengan seenaknya mengambil alih barang bawaan kita dan maksa untuk naik ke bis mereka. Untungnya, ada bis ac Sahabat jurusan Jakarta-Kuningan Maleber yang masih kosong langsung deh kita tempati 4 kursi (Hamad dibeliin tiket juga lho jadi dia dapat kursi juga). Tiket bisnya @Rp 90,000.

Perjalanan mudik terasa lama sekali, macet dari keluar tol Cikampek hingga Sukamandi. Untungnya lagi naik bis ac jadi walaupun macet di siang hari tetap adem dan Hamad juga menikmati perjalanannya, dia senang sekali melihat mobil berderet-deret di jalan dan tidak rewel. Bunda juga alhamdulillah dapat menyelesaikan ibadah puasa dalam perjalanan mudik ini walaupun sepanjang perjalanan banyak yang tidak berpuasa, memang puasa terakhir terasa paling berat menahan godaan.

Oya, karena sampai di terminal Cirendang – Kuningan sudah malam dan bis jurusan Cirebon – Tasikmalaya selalu penuh maka untuk mencapai rumah nenek kita naik mobil omprengan tapi perjalanan masih belum selesai lho kita lanjut lagi naik ojek off-road ke rumah nenek (off-road karena melewati tanjakan, turunan, jalan batu). Total perjalanan mudik memakan waktu sekitar 12 jam, berangkat jam 10 pagi sampai rumah nenek jam 10.30 malam.

Sesampai disana, nenek sudah menyambut kami (sebelumnya kita sudah bikin khawatir nenek karena mengabarkan kepadanya pulang tanggal 18 September 2009 tapi koq ga sampai-sampai) dan tidak lama kemudian kita tidur. Dingin sekali dan esok paginya hilang sudah kelelahan di badan kami.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s