Hamad & Libur Idul Adha

Selamat Idul Adha!

Sudah lama Hamad tidak mendominasi blog ini…dibajak oleh bundanya sendiri πŸ˜€ oke sekarang cerita mengenai Hamad dan Idul Adha. Sayangnya, tadi pagi ayah+bunda dan Hamad tidak sholat Id dikarenakan terlambat 😦 padahal bunda sudah mendandani Hamad bak dai cilik memakai baju koko batik yang dibeli di pameran batik, itu pun hanya bajunya saja sedangkan celananya masih kepanjangan alhasil diganti dengan celana lain.

Untuk menghibur hati, bunda ajak Hamad ke masjid kompleks untuk melihat kambing dan sapi qurban…senang sekali Hamad menunjuk, memanggil dan menirukan suara hewan qurban tsb padahal sebelumnya acara jalan-jalan melihat hewan qurban sudah dilakukan berulang kali.

Agenda kami selanjutnya adalah ke rumah kakek (adik bungsu bapaknya bunda) di Bekasi untuk mengambil mobil yang kami titipkan semenjak hari Minggu lalu. Kami berangkat naik angkutan umum dan sepanjang perjalanan Hamad tertidur pulas, pantas saja tadi dia terbangun jam 5 pagi.

Sampai di rumah kakek ternyata ada Farrel, cucu kakek yang usianya sepantaran tapi lebih tua dari usia Hamad, bermainlah mereka walaupun Farrel lebih menguasai permainan yang ada. Jelas saja Hamad kan cuma tamu dan meminjam mainannya Farrel. Awalnya Hamad lebih banyak mengalah tetapi akhirnya melawan juga…hehehe bunda diamkan dulu perlawanannya pengen tau seberapa beraninya Hamad.

Kejadian bermula di kandang kelinci milik Jelita (cucu dari saudaranya nenek). Minat Hamad kepada kelinci terbatas hanya ingin menyentuh dan memberikan makan saja sebelum Farrel mengajarkan Hamad cara membuka pintu kandang kelinci yang memang tidak dikunci jadi dibuka dengan cara menggeser ke atas pintu tsb. Dengan cepatnya Hamad menirukan apa yang diajarkan Farrel menggeser pintu kandang untuk dapat melihat kelinci dengan lebih jelas eh eh eh Farrel memblokir pintu kandang dengan menahan kakinya sedangkan Hamad sedang asyik-asyiknya menggeser ya sudah terjadilah keributan dan perlawanan dari Hamad. Pada akhirnya bunda melerai mereka dan tidak lama kemudian mereka sudah baikan lagi πŸ˜€

Ada yang lucu saat di kandang kelinci, masa Hamad menyebut kelinci dengan meong dikiranya sama seperti kucing kali ya…bunda sudah pernah memperkenalkan kelinci kepada Hamad tapi mungkin karena sepintas dan jarang melihat lagi ya lupa sedangkan kucing? Opa, tetangga depan memelihara kucing yang setiap hari bermain di teras rumah kami.

Hamad juga tumben merasa kepengen dengan es krim yang sedang dimakan oleh Farrel maka sembari mencoba mobil kami beli es krim di mini market terdekat tak lupa kami belikan pula es krim untuk Farrel dan Jelita agar tidak ada yang iri satu sama lain. Makan es krim tidak sekaligus habis, selesai makan nasi dan bunda telah mengganti baju Hamad eh dia ambil lagi cup es krimnya dan belepetan lagilah baju yang baru diganti…ugh kesal deh cadangan baju bersih hanya tinggal 1 stel.

Dari rumah kakek kami melanjutkan silaturahmi ke rumah pakde & bude (kakak dari ayah). Rumah pakde di komplek PU sedangkan rumah bude di Cakung. Di rumah pakde hanya ada pakde seorang itupun akan berangkat kerja (istri pakde & anak-anak sedang ke rumah nenek mereka) sedangkan di rumah bude sedang ada pemasangan plafon rumah dan anaknya bude sedang tidur siang. Dari rumah pakde ke rumah bude sengaja kami lewat tol.

Biasanya Hamad tertidur dalam perjalanan, di tol dia malah senang melihat mobil-mobil yang lewat, bermain cilukba saat melewati terowongan, menganggukkan kepala saat mendengarkan radio, menirukan suara mobil, dan asyik bernyanyi sendiri πŸ˜€

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s