Botak dan Sensitif

Rambut Hamad yang halus, tipis tapi berdiri sungguhlah tidak menarik bila sudah terlalu panjang jadi seperti padang ilalang yang tertiup angin πŸ˜‰ maka kita putuskan untuk mencukurnya di Mang Jangkung, tukang cukur langganan. Semakin besar malah semakin susah mencukur rambut Hamad, selalu memberontak.

Untuk mencukur rambut anak lelaki tidaklah banyak model rambut yang bisa diterapkan apalagi mencukur sambil menahan berontakannya jadi lagi-lagi model botak tumbuh.

Entah kenapa model botak tumbuh tidak hanya membuat Hamad terlihat tambah gemuk, tambah tinggi tapi juga terlihat bandel seperti Ipin πŸ™‚ Benar saja saat bermain di luar rumah, anak tetangga pun mulai mengomentari rambut baru Hamad, ada yang bilang botaklah, ada yang manggil Ipin. Lucunya Hamad ga ngeh sewaktu dipanggil Ipin yang ada dia membalas “mbrum” sambil menunjuk ke kaosnya… oalah Hamad menegaskan bahwa kaosnya bukan bergambar Ipin dan ga tau kalau rambut barunya menyerupai Ipin πŸ™‚

Rambut baru dan olok-olok botak dari temannya ternyata menyentuh sisi sensitif Hamad, dia menjadi marah atau nangis. Seperti kemarin Hamad bolos sekolah entah karena di sekolah ada yang menyebutnya botak atau memang lagi malas 😦 dan sekarang maunya pake topi untuk menyembunyikan botak tumbuhnya. Hamad anakku… bagi bunda potongan rambut model apapun tetap Hamad terlihat paling ganteng, ayah saja kalah ganteng πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s