Survey Rumah (2)

Satu bulan berlalu sejak postingan pertama mengenai survey rumah dan kami belum mendapatkan rumah yang cocok, ada beberapa yang statusnya hampir dibeli tapi kemudian dibatalkan setelah melalui beberapa pertimbangan. Langsung saja ya inilah beberapa lokasi rumah yang kami survey:

1. Jatibening, Bekasi. Salah satu pilihan lokasi yang dapat ditempuh melalui Kalimalang, tepatnya dekat dengan pintu tol Jatibening. Rumah yang kami survey adalah rumah baru, sistem cluster mini hanya tersedia 10 kavling yang memang banyak tersebar disini. Rumah desain minimalis, bahan bangunan berkualitas dan harga menyesuaikan 😉 kami sempat tertarik dan bernegosiasi dengan penjual. Kendala utama ya harga yang menurut kami masih kemahalan. Range harga perumahan cluster mini di Jatibening adalah Rp 270juta ke atas tergantung luas tanah dan bangunannya. Soal akses menurut ayah cukup mudah karena dekat dengan pintu tol, banyak pula angkutan umum jurusan Jakarta yang memang menunggu penumpang di dekat pintu tol tsb. Tidak ada fasilitas umum yang disediakan developer tapi di luar perumahan cukup lengkap koq.

2. Ceger, Jakarta Timur. Sejauh survey rumah yang dilakukan bunda menjatuhkan pilihan disini, sayang ayah kurang sreg 😦 Rumah ini terletak dekat dengan TMII dan komplek Bina Marga. Rumah second, pemiliknya cukup ramah (lama sekali ayah diajak ngobrol oleh bapak penjual) Hamad pun yang awalnya bete menjadi menikmati karena diajak bermain oleh anak penjual rumah tsb. Kendala utama adalah rumah ini terletak di dalam gang yang hanya dilalui 1 mobil. FYI, untuk pengajuan KPR rumah second hal ini menjadi pertimbangan utama pihak bank.

3. Bambu Apus, Lubang Buaya. Lokasi rumah menurut ayah lebih dekat dibanding Ceger. Rumah second yang dijual karena pemiliknya hendak pindah tugas ke luar kota. Pemiliknya anggota partai lho, sayangnya bunda tidak tertarik dengan desain rumahnya dan lagi-lagi jalan depan rumah hanya dapat dilalui 1 mobil. Harga yang ditawarkan penjual pun sangat melebihi budget kami.

4. Mampang Pancoran Mas, Depok. Disini kami mensurvey 2 rumah yaitu rumah second dan rumah baru. Rumah second yang kami survey lokasinya cukup tinggi dan jalan yang dilalui jalan kampung, sempit. Kondisi rumah saat kami survey cukup bagus karena selesai dicat ulang, cukup luas dan terlihat nyaman. Di sebelah rumah merupakan jalan masuk ke rumah tsb karena depan rumah hanya berupa gang sempit yang dilalui motor saja. Tanah sebelah rumah adalah milik saudara si pemilik rumah (ceritanya tanah warisan dibagi dua) yang saat ini dibiarkan kosong sedangkan rumah mereka terletak di belakang rumah yang dijual. AFAIK, di lingkungan masyarakat Betawi seperti ini memungkinkan sekali sewaktu-waktu pemilik tanah disamping rumah tsb menutup jalan untuk dibangun rumah nah coba bagaimana nanti kami lewat? bisa-bisa mobil kami mendekam saja tidak akan bisa keluar. No offense ya, kadang masyarakat Betawi kurang mementingkan fasilitas umum seperti jalan dan selokan apabila melalui tanah mereka jadi kadang “sebodo amat orang gak bisa lewat lha ini tanah gue” kira-kira begitulah 😦

Rumah yang kedua merupakan rumah baru, sistem cluster mini hanya ada 8 kavling, lokasi masuk gang, KPR bisa dibantu, desain rumah bisa kita tentukan sendiri…terdengar menarik ya? Harga pun sesuai budget kami tapi setelah ditilik ulang untuk masa depannya kami memutuskan membatalkan membeli rumah tsb karena kualitas bahan bangunan kurang yaitu masih menggunakan batako. Rewel banget ya, yang murah dengan kualitas bahan bangunannya biasa kami tolak sedangkan kualitas bahan bangunan bagus kami tidak sanggup…hmmm sebenarnya menurut kami ada perhitungan sendiri jadi menurut teman ayah yang seorang kontraktor biaya membangun rumah per m2 pada umumnya Rp 2juta dengan bahan bangunan menggunakan hebel (batako putih) jadi intinya setelah dihitung ulang harga rumah yang ditawarkan terlalu mahal 😉

5. Rawa Lumbu, Bekasi. Kebetulan rumah yang disurvey terletak sama dengan rumah kakak ipar. Perumahan PNS yang telah menjadi hak milik. Rumah yang ditawarkan kondisinya sangat membutuhkan banyak renovasi, pusing deh begitu melihat rumahnya “koq bisa ya asal menambah bangunan begini”. Pemiliknya pun terlebih dahulu meminta tanda jadi sejumlah DP ya langsung kami tolak karena pertimbangannya kami belum mengajukan KPR ke bank belum tau apakah disetujui atau tidak? kalau tidak disetujui oleh bank berarti hangus dong uang yang terlanjur kami berikan ke penjual. Memang bisa dibuat perjanjian sebelumnya tapi kami sudah keburu ilfil.

Area mana lagi ya yang akan kami survey?

Advertisements

10 thoughts on “Survey Rumah (2)

    • Adi, keburu minder kalo survey daerah Menteng 😀 maunya sih survey rumah dinas sebelah kantor tuh kan gak dipake etapi kalo rumah terlalu dekat kantor ada gak enaknya ntar disuruh lembur 😀

      Like

  1. wah ceritanya mirip keluarga kami, kami dari awal bulan juni ini suvey rumah juga seperti sekitaran ceger, cipayung, bambu apus, puri gading, premier estate..
    sayangnya memang masih belum ada yang sesuai dengan harapan, ketika menemukan harga yang sesuai, jalan menuju rumah tersebut hanya berupa gang atau lewat 1 mobil, ada juga yg lokasinya bagus tapi harganya over budget.

    semoga cepet menemukan rumah idamannya bu…

    Like

    • Pak Uki survey rumah daerah Jakarta Timur juga ya? memang banyak kendala seperti yg bpk sebutkan apalagi untuk rumah di luar kompleks perumahan. Semoga bpk juga cepat menemukan rumah idamannya 🙂

      Like

    • Saya ibu-ibu bukan bapak 🙂
      Untuk cari info rumah dijual di sekitar Cakung atau Bekasi Barat bisa dibrowsing di website2 yang pernah saya sebutkan di Survey Rumah (1), selamat mencari 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s