Bumi Sangkuriang

BS Concordia

Bunda, Hamad dan simbak akhirnya kembali lagi ke Bandung bukan liburan tetapi menemani bunda kerja πŸ™‚ Bunda sudah izin ke bos dan bersedia menanggung biaya ekstra penginapan (seharusnya sharing jadi mengambil satu kamar sendiri) gapapalah demi tetap bersama anak πŸ™‚

Bunda gak akan bercerita mengenai kerjaan, rekan kerja atau apapun yang berkaitan dengan pekerjaan…terlalu banyak drama yang menyakitkan hati bunda dan tidak pantas diceritakan di sini (sorry, no kepo allowed in here!)

Alhamdulillah Hamad dapat menikmati perjalanan Jakarta-Bandung-Jakarta malah semakin bawel, banyak bertanya dalam perjalanan. Hamad pun tidak menangis selama bunda kerja yaiyalah ada simbak yang jagain πŸ™‚ jadi selama bunda tinggal kerja Hamad menghabiskan waktu dengan bermain di taman bermain, berenang, tidur pulas karena hawanya dingin pun makannya menjadi lahap karena dingin tsb.

Kami menginap di Concordia Hotel atau lebih terkenal dengan Balai Pertemuan Bumi Sangkuriang yang terletak di kawasan Ciumbuleuit dan hotelnya masuk ke dalam area perumahan warga elite. Untuk Balai Pertemuannya sangat bernuansa Belanda sedangkan hotelnya orang bilang sangat Jerman, minimalis cantik. Walaupun hotelnya kecil tetapi fasilitasnya komplit ada taman bermain, kolam renang, lapangan tenis dan halaman berrumput yang luas. Cocok untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

Tapi namanya orang Jakarta yang tidak betah tanpa keramaian maka kami sempatkan keluar hotel dengan berjalan kaki mencari angkot, lumayan juga jauhnya dan kami pun pergi tanpa tujuan pasti πŸ˜€ saat melihat ada papan penunjuk arah menunjukkan Jl. Setiabudi maka kami pun turun gunaΒ  melanjutkan naik angkot menuju sasaran dan mampirlah ke FO yang terkenal yaitu Rumah Mode etapi kami sempat salah masuk ke Mode Plus dan lanjut ke FO lainnya sebelum berakhir di Rumah Mode tersebut. FO lainnya mah sepi pengunjung tapi begitu ke Rumah Mode ramainya bukan main dan bunda hanya melihat-lihat saja karena ternyata mahal-mahal πŸ˜€ . Jadi kami hanya belanja 1 potong Polo shirt dan 1 mobil-mobilan untuk Hamad.

Repotnya saat kami hendak pulang hujan turun deras, terpaksa harus naik taksi yang ternyata tidak semudah seperti di Jakarta. Kami pun menitip pesan ke satpam untuk mencarikan taksi sambil berteduh menunggu antara hujan reda dan taksi yang tak kunjung datang 😦 udah gitu, taksinya gak pake argo pula katanya di Bandung mah jarang taksi yang pake argo karena kota kecil sebentar juga sampai.

Oya, di sore hari sebelum kami kembali ke Jakarta, bunda mengajak Hamad untuk keluar kamar dan bermain di luar ternyata kami berpapasan dengan kang Andi /RIF di tangga dan putranya tersenyum manis melihat kami berdua πŸ™‚ sayangnya karena kamera digital milik bunda batereinya sudah sekarat jadi tidak sempat meminta foto bersama 😦 gak kurang akal bunda ngetwit ke kang Andi /RIF dan direply dong πŸ˜‰ gitu aja udah bikin bunda bangga pisan πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

Advertisements

2 thoughts on “Bumi Sangkuriang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s