Kredit Bank

Melanjutkan postingan sebelumnya mengenai rumah, kali ini bunda akan bercerita mengenai sumber dana yang kami peroleh untuk membeli rumah tersebut 🙂

Untuk memenuhi kekurangan pembayaran rumah kami terpaksa meminjam ke bank dan ini adalah pengalaman pertama bunda berhutang dalam jumlah besar 🙂 FYI, di jaman modern ini kami berdua tidak memiliki kartu kredit sebisa mungkin semua pembayaran cash atau debet.

Sebenarnya, bunda juga memiliki kekhawatiran dalam mengajukan aplikasi kredit karena pengalaman dulu saat masih lajang permohonan kredit tidak disetujui 😦 jadi status sudah menikah itu sangat membantu lho dalam permohonan kredit bank, bisa joint income! 😉

Agar proses aplikasi kredit berjalan mulus, pertama kita harus melengkapi dokumen yang diperlukan. Bila perlu rapikan status keuangan kita di bank. Bunda sempat menghadapi kendala nih antara lain buku tabungan hilang dan untuk menggantinya harus bikin surat kehilangan di kantor polisi kemudian ternyata oleh pihak bank nomor rekening kita harus ganti baru. Masalahnya lagi bunda harus memberitahukan bagian keuangan kantor mengenai perubahan nomor rekening karena berkaitan dengan pembayaran gaji. Persoalan berikutnya adalah saat membuat surat pernyataan yang harus ditandatangani atasan dan bendaharawan kantor, alhamdulillah bunda tidak mengalami kesulitan atas bantuan dan petunjuk rekan kerja 🙂

Menyerahkan dokumen ke pihak bank sih sangat sebentar dan yang bikin dagdigdug adalah menunggu kabar dari bank sedangkan kami sendiri juga punya tenggat waktu dengan penjual rumah. Alhamdulillah lagi semua berjalan sesuai rencana 🙂

Proses berikutnya adalah akad kredit, pertemuan dan perjanjian antara pihak bank dan bunda. Ternyata proses akad kredit tidak dilakukan di cabang saat bunda mengajukan melainkan di cabang lain yaitu di Kota. Akad kredit dilaksanakan hari Senin lalu, bunda izin ke atasan dan demi mengejar waktu bunda naik ojek dari kantor ke Kota, lumayan panas dan berdebu 😦 sesampainya di bank, bunda cek ATM terlebih dahulu ternyata gaji bulan ini belum masuk padahal akan bunda pakai untuk biaya administrasi akad kredit oalah akhirnya bunda telepon ayah untuk segera mentransfer sejumlah uang. Setelah transferan dari ayah masuk ke rekening bunda kemudian menuju ruangan akad kredit. Tidak perlu menunggu lama, bunda lalu diantar ke ruangan petugas akad kredit dan melangsungkan proses akad kredit. Ada beberapa dokumen yang salah eja nama bunda dan langsung diperbaiki akhirnya selesailah proses akad kredit dan resmilah bunda berhutang 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s