Bunda Jangan Kerja

Percakapan pagi hari:

Bunda: bunda mandi dulu ya, Hamad sama ayah.

Hamad: gak mau! (sambil memeluk bunda). Bunda sini aja, nen (memaksa bunda untuk tidur kembali).

Bunda: ini sudah siang, bunda harus mandi, bunda bau (merayu Hamad dalam keadaan sedang ngelonin Hamad).

Hamad: (semakin kencang merangkul bunda).

Pada akhirnya bunda bisa juga ‘melepaskan diri’ dari rangkulan Hamad untuk mandi. Biasanya permasalahan diatas diselesaikan dengan cara Hamad menonton video kesukaannya di ipod ditemani ayah yang masih ngantuk dan tertidur kembali 😦 atau menonton tv sembari sarapan ditemani simbak.

Tapi oh tetapi saat bunda hendak memakai baju kerja atau saat bunda menunggu ayah di ruang tamu, muncullah percakapan sebagai berikut:

Bunda: bunda kerja dulu ya…

Hamad: bunda jangan kerja… (menahan bunda untuk tidak berangkat kerja)

Bunda: … (speechless)

Ayah: ayah bunda kerja buat beli susu (dalam hati bunda berkata, “bukan hanya susu, ayah”)

Bunda: bunda kerja buat sekolah Hamad (duh jawaban yang gak kreatif juga nih)

Ya Allah, Hamad semakin pintar dan membuat bunda bingung hendak menjawab apa atas pertanyaannya. Ibu bekerja mana yang tidak merasa bersalah apabila anaknya meminta untuk jangan bekerja? Permintaan Hamad tersebut bunda jadikan pengingat untuk selalu menghabiskan waktu bersama Hamad adalah lebih penting dari kegiatan duniawi lainnya.

InsyaAllah, ayah dan bunda bekerja untuk Hamad, untuk keluarga.

ps: Saat ayah dan bunda pamit berangkat kerja, Hamad mencium tangan kami dan tidak lupa melambaikan tangan serta kiss-bye 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s