Selamat Datang Cantik

ghita1

Syukur alhamdulillah, telah lahir anak kedua (perempuan) kami pada hari Sabtu, 2 April 2011 pukul 2 dini hari di klinik bidan Bu Yuli dengan berat badan 3.5kg dan tinggi badan 48cm. Oiya, namanya Alvaghita Sabira Andrivito 🙂

Bunda mau cerita proses persalinannya dulu ya… Jumat, 1 April 2011 sekitar pukul 8 malam bunda merasakan rembesan dari air ketuban langsung bunda minta teteh untuk memanggil tukang becak untuk mengantarkan ke klinik. Sambil menunggu, bunda mempersiapkan susu dan mainan Hamad, bunda sendiri hanya membawa barang seperlunya bahkan tas persiapan pun tidak langsung dibawa serta. Bunda pun menelepon ayah yang masih berada di kantor.

Sesampai di klinik, bunda langsung diperiksa oleh suster pertama dinyatakan negatif pecah ketuban dan diminta kembali hari minggu untuk periksa USG tetapi setelah diperiksa ulang oleh suster kedua yang lebih senior ternyata positif dinyatakan pecah ketuban dan sudah pembukaan ke-2. Hayyahhh. Bunda pun siap-siap untuk diinfus induksi tetapi menunggu ayah datang untuk memberikan persetujuan. Ayah tiba cukup lama karena sedang ada masalah di kantor cabang malah ayah hendak diminta ke luar kota segera untuk mengatasinya.

Bunda sepertinya sudah hampir melupakan sakitnya proses melahirkan Hamad tetapi ternyata persalinan sekarang terasa lebih sakit dan lebih cepat, hampir saja bunda menyerah untungnya ayah selalu menyemangati bunda 😦 alhamdulillah pukul 2 dini hari sang adik pun lahir… lega bukan main begitu adik bayi diletakkan di dada bunda untuk IMD 🙂 oiya kondisi air ketuban bunda sudah keruh dan kental. Bunda juga mendapatkan jahitan atas persalinan kali ini.

Selingan cerita mengenai Hamad, sejak hari kamis tiba-tiba ia demam dan tidak masuk sekolah hingga jumat. Entah karena demam atau apa dia banyak permintaan antara lain tiba-tiba pengen ke pantai, bertanya ke bunda kapan adiknya keluar dan juga meminta diantar ke bidan untuk memeriksakan adik bayinya. Bunda jawab nanti hari minggu kita periksa ke bidan. Sepertinya feeling Hamad lebih kuat akan lahirnya sang adik 🙂 Selama menunggu ayah datang menjelang persalinan Hamad pun rewel karena dipisahkan dari bunda padahal biasanya dia kalau mau tidur maunya pelukan dan minta diusap-usap punggungnya oleh bunda. Bunda pun sedih, tidak tega untungnya setelah ayah datang, oleh suster senior Hamad dibolehkan masuk ke ruang persalinan. Kata suster senior biasa kalau mau punya adik kelakuannya begitu dan kita tidak boleh memarahinya. Tentunya Hamad tidak menemani sepanjang proses persalinan karena sudah tertidur dan dipindahkan ke kamar inap. Alhamdulillah keesokan paginya Hamad terlihat senang dan sayang dengan kehadiran adiknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s