Minggu di Ancol

20110929-003347.jpg

Minggu kemarin Vito ikut lomba senam dan menempel, sebagai salah satu perwakilan dari sekolah PAUD (total yang ikut ada 10 anak). Ih, bunda awalnya gak percaya kalau Vito sudah lancar gerakan senamnya soalnya anak bunda ini gak pernah nunjukin kebisaannya πŸ˜› pernah ada porseni di sekolahnya dan bunda temani selama acara eh bukannya tampil malah gelendotan aja.

Mewaspadai aksi gelendotan manja saat lomba maka Vito berangkat ke lokasi bersama tetehnya nanti ayahbunda nyusul. Oya, lokasi lombanya di Pasar Seni Ancol. Vito harus berangkat pagi bersama rombongan teman sekolahnya sempat kasihan juga sih tapi repot juga kalo nanti dia ogah tampil. Setelah Vito pergi, bunda lalu memandikan Ghita dan mempersiapkan bekal makanan untuk dibawa ke Ancol.

Sesampai di Ancol gak langsung ke Pasar Seni tapi ke Beach Pool dulu karena informasi awal lombanya diadakan disana lah ini malah gak nemu panggung atau gerombolan anak yang ada keluarga yang sedang bermain pasir atau berenang. Ternyata lokasi lomba di Pasar Seni dan gak langsung nemu juga lokasinya, muter-miter tersesat gitu… (payah nih sebagai orang Priok malah gak hapal area Ancol). Akhirnya ketemu juga deh tapi bingung soalnya rame banget, tumplek-blek anak kecil dan para orangtuanya mana panas, berisik. Bunda gak sempat melihat gaya senamnya Vito hanya melihat Vito sedang menempelkan kertas. Kasihan deh soalnya tampak kelelahan dan bunda sebel nih sama ibu-ibu yang lain berisik ngasitau cara menempel kertas, biarin aja kenapa?

Untungnya hanya 2 lomba yang diikuti, kalo gak bisa pingsan deh. Vito langsung minta dibuatkan susu dan tampak mengantuk maklum deh biasa bangun siang πŸ˜› Selesai lomba kita berniat mengunjungi pantai, tanggung kan kalo langsung pulang. Setelah putar-putar kita memilih Pantai Festival yang cenderung sepi (Ancol lagi dipadati orang liburan dan family gathering). Sebenarnya gak enak juga siang hari bolong ke pantai, buat apa? Palingan ngitemin badan πŸ˜› tapi masa nunggu sampe sore? Lebih BT dan capek. Ditambah lagi bokek 😦 jadi gak bebas milih wahana hehehe yasudahlah kita cuma naik perahu lumayan murah-meriah untuk rombongan kita (total 6 orang karena 2 teteh diajak). Selama naik perahu baik Vito dan Ghita enjoy saja, gak mual/pusing, siplah lulus jadi orang Priok :D. Sesudah puas naik perahu dilanjutkan dengan acara piknik makan siang bekal dari rumah, menunya simpel cuma mie goreng dan tahu telur kecap. Piknik setengah hati sih soalnya gak bawa tikar, untungnya nemu koran bekas di mobil πŸ˜› Selagi makan eh Vito minta dibelikan bubble gun gara-gara abang jualan yang standby sambil demo produk dekat dengan tempat kita makan. Dibeli deh bubble gun tersebut.

Ayahbunda menawarkan ke Vito untuk jalan-jalan lagi atau pulang? Dan pilihan jatuh untuk pulang, pinter yaaa kalo sudah dapat mainan langsung pengen pulang. Padahal pengen juga mampir ke Beach Pool tapi itu pantai sudah seperti cendol saking padatnya! Lain kali deh ngajak Vito main pasir.

Sampai rumah, kita semua tepar karena capek kepanasan. Kapan-kapan jalan lagi ke Ancol yuk?! πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s