Animal Lovers

image

Impian bunda sih punya rumah dengan halaman luas sehingga kita bisa memelihara ayam, kelinci, burung, ikan dan juga menanam pohon buah. Indah banget ya…

Vito pun mulai menunjukkan minat untuk memelihara hewan, dulu kalau ke pasar cukup puas hanya dengan melihat nah sekarang pasti minta beli. Masalahnya… rumah kita sempit sedangkan memelihara hewan kan perlu ruang terbuka, ya akuarium ikan sekalipun kan harus ditentukan mau ditaro dimana.

Kembali ke masalah memelihara hewan, ada beberapa yang sudah diujicobakan yaitu ikan dan burung. Untuk ikan, Vito pernah 2x dikasih ikan lele oleh abang penjual lele langganan kita di pasar. Namanya juga lele baru sebentar ditaro di baskom eh sudah menghilang, gak taunya loncat! Pernah juga beli ikan hias (ikan cupang, dll yang murah) cuma bertahan seminggu karena air kotor dan gak ada mesin gelembung udara.

Sempat jeda lama dari keinginan memelihara hewan, paling cuma bertanya, “kalau memelihara anjing gimana bun?” ya langsung aja dijawab gak bisa atau setiap melihat film hewan pasti dia minta izin buat beli dan memelihara 😛 Minggu lalu saat ke pasar Vito minta dibelikan burung emprit, ituloh burung yang dicat terus dapat kandang sempit banget. Duh, males banget kalau melihara burung, males bersihin kandang dari kotorannya dan biasanya yang bilang melihara burung ya begitu cuma pengen punya doang sedangkan yang ngurus orang lain *lirikayah*. Yasudahlah akhirnya dibeli satu burung emprit bondol tanpa buntut berwarna hijau. Dipikir-pikir ah burung kecil ini trus makannya beras jadi gak terlalu berantakan. Karena kandang bawaan dari penjualnya sangat jelek sedangkan kandang burung sesungguhnya belum sempat beli jadi simbak dan teteh berkreasi bikin kandang dari ceting nasi. Ah ternyata bunda mulai menikmati kicauan burung emprit di pagi hari dan pagi hari selalu memeriksa tempat minum dan makanannya. Vito (atas bisikan bunda) pun minta ke ayah untuk dibelikan kandang burung tapi sebelum sempat beli ternyata burungnya HILANG! sedih deh mana Vito belum tau lagi…

Burung emprit ini kalau sore dimasukan ke dalam rumah sedangkan setiap pagi dijemur digantung di teras. Tadi teteh cerita saat memasukan kandang burung ke dalam rumah burungnya sudah hilang dugaan sih ada yang ngambil soalnya tidak ada tanda pintu kandang terbuka/rusak, kalaupun dimakan kucing pasti kandangnya rusak berantakan. Semoga burung emprit disayang oleh pemilik barunya. Huhuhu kita belum sempat kasih nama…

Maafin bunda ya… pernah ngomong, “nanti kalau burungnya sudah gede, kita potong dan digoreng” 😦 😦 😦

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s