Diet Jajan

Postingan yang kontra dengan postingan sebelumnya. Tadi cerita menabung kok sekarang cerita jajan.

Vito sudah kenal jajan dari umur berapa ya? *lupa* tapi bunda inget mulai memberikan uang jajan ke Vito dari awal tahun 2012 untuk jajan di sekolah PAUDnya tapi bunda juga mewanti-wanti teteh, jajanan apa yang diperbolehkan (no permen, ciki, es). Bekal jajannya hanya Rp 2000. Oiya, setiap pagi sebelum berangkat sekolah tentunya Vito sudah sarapan jadi jajan buat cemilan pagi. Selain itu, bunda juga meninggalkan uang ke ART ya siapa tau bumbu dapur habis tapi yang ada malah dipake buat jajan oleh Vito (-__-)”.

Anak 4 tahun aja jajannya banyak banget sih, bunda khawatir dong kebablasan, mana yang dibeli mainan seribuan yang sebentar rusak/hilang ih kirain jajan makanan gitu. Nah, maka dari itu ayah dan bunda sepakat untuk menerapkan DIET JAJAN. Caranya? Menetapkan batas maksimal besarnya uang jajan per hari dan mewanti-wanti teteh kalau uang yang ditinggalin itu bukan buat jajan Vito semua tapi buat jaga-jaga. Biasanya kan uang tinggalan ditaro di atas kulkas eh Vito ternyata bisa ngambil pake kursi *tepokjidat* makanya bunda minta teteh buat ngumpetin uang tersebut. Biarin deh Vito ngamuk-ngamuk saat gak dipenuhin permintaan jajannya, biar dia belajar.

Semoga cara ini berhasil ya… Aamiin 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s