Tiada

Minggu, 16 September 2012 lalu mbah buyut, nenek dari ayah meninggal dunia.

Kami pun ke Bekasi menuju rumah duka, setelah dzuhur baru dikebumikan di pemakaman dekat rumah. Mbah buyut meninggal di usia 95 tahun, semasa hidupnya dikenal sebagai orang rajin dan keras kepala, bunda pernah kena omelannya. Saat jasad tertutup tanah itulah perpisahan sesungguhnya. Terkenang akan almarhum bapak.

Vito: kok dikubur?
Saya: (terdiam memikirkan jawaban) mbah buyut kan sudah meninggal. (Semoga Vito puas dengan jawaban tersebut)
Nenek-nenek disamping kami: mbah buyut dikubur kan mau ketemu Allah, mbah buyut sudah tenang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s