Les Menggambar IV

les menggambar

Akhirnya selesai juga les menggambar modal voucher diskon LivingSocial ID :D. Bagaimana hasil menggambarnya? Bagus kan…

Kali ini, bunda mengajak Ghita untuk menemani mas Vito les menggambar. Sebelumnya Ghita baru saja sembuh dari sakit batpil dan nampak merindukan jalan-jalan jadi berbekal modal nekad hanya bertiga tanpa mengajak ART. Pasti bisa! Alhamdulillah, les menggambar berjalan lancar, Vito malah bolak-balik nanya, “trus ngapain bunda?, dikasih warna apa?” karena Kakak pengajar juga sibuk bolak-balik mengajari yang lainnya. Ghita sempat ngoprek sebentar dan entah karena efek obat yang diminum sebelum berangkat atau memang ngantuk jadi Ghita tertidur digendongan. Selain Vito ada empat peserta les lainnya dan terakhir ada seorang ibu dengan dua putrinya yang baru trial. FYI, ibu ini nampak kompetitif sekali *mulai deh bergosip* dua putrinya sering mengikuti lomba mewarnai dan meraih juara, tingkat nasional lah pokoknya! dan ibu ini pun memamerkan hasil karya anaknya dari layar BBnya. Nah, kebetulan deh bunda sekalian mengorek informasi dari ibu tersebut dan dari Kakak pengajar karena memang rencanaya Vito akan terus mengikuti les menggambar tapi bundanya masih bimbang, lanjut disini atau di tempat les lainnya.

Salah satu kebimbangan adalah karena bunda terlalu result-oriented, pokoknya Vito harus bisa gambar! padahal setelah membaca artikel di The Urban Mama mengenai After-School Program dan Membangun Karakter inilah pikiran bunda dibukakan lebar bahwa kegiatan les bukan hanya mengejar hasil tapi ada sisi lain yang ikut berkembang khususnya kepribadiannya dan bunda akui setelah 4 x pertemuan les menggambar Vito sudah mulai percaya diri di lingkungan tempat lesnya. Awalnya kan dia malu-malu saat ditanya oleh Kakak pengajar sekarang malah dia berani menolak pake gaya bicara ala sinetron Si Biang Kerok *tepokjidat*. Selain itu, bunda juga terlalu kurikulum-minded, maklumlah biaya les kan lumayan masa anak cuma belajar menebalkan gambar dan mewarnai saja? mana teknik gambarnya? mana tingkatan keahlian yang dipelajari? wuahahaha ketinggian mikirnya ya padahal anak masuk tingkat basic etapi bener loh coba kalau main game walaupun basic level kan tetap ada tingkat kesulitannya. Pertanyaan ini dijawab oleh Kakak pengajar bahwa dia memiliki metode menggambar untuk anak kelas basic *syukurlah*. Niat awal bunda mengajak Vito untuk les menggambar bukan untuk meraih juara perlombaan menggambar (tapi kata Ayah, bagus juga kalau ikutan lomba kan bisa melatih mentalnya) tapi lebih ke menggambar itu seharusnya adalah kemampuan dasar setiap manusia, bagaimana ia bisa menuangkan ide dipikirannya dalam bentuk gambar dan tentunya menggambar itu sangat bermanfaat untuk pengembangan kepribadiannya (lebih tekun, sabar, terarah, dll) dan masa depannya (bukan hanya kuliah arsitektur yang harus bisa menggambar, kuliah kedokteran pun harus bisa menggambar).

Jadi? insya Allah, bunda akan melanjutkan les menggambar ini dan yang terpenting bunda sudah menanyakan berulangkali ke Vito apakah dia mau les menggambar dan alhamdulillah Vito mau asal ditemenin bunda (yowislah pelajaran berikutnya untuk melepas Vito agar mandiri saat les).

Cabang Mall of Indonesia:
Rukan French Walk Blok F 32,
Kelapa Gading Square, MOI,
(seberang Lawson dekatnya warung Bakmi Tan dan Indomaret)
Jadwal: Selasa – Jumat jam 13:00 – 20:00 dan Sabtu 09:00 – 16:30
sms : 08161486070 (kak Lia); 085888567855 (kak Harry)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s