Fasilitas Umum Kota Jakarta

What a day pokoknya kemarin tuh saya (masih) berkesempatan mencicipi fasilitas umum Kota Jakarta.

Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya bahwa saya pemegang ektp DKI Jakarta tapi domisili sudah bukan di Jakarta lagi. Eh ngomong gini gak bakal diciduk satpol PP kan? Tenang saya sedang proses pindah ektp kok. Tau sendiri kan blanko ektp lagi habis 😑🔨.

Oke, kembali ke topik utama. Fasilitas umum yang saya cicipi adalah berobat ke Puskesmas dan naik transjakarta. Yaelah begitu doang? Hahaha pengen jitak kalau ada yang komen gini.

Berobat ke Puskesmas

Sudah seminggu ini kan sakit, awalnya demam menggigil, radang tenggorokan diakhiri dengan batuk. Tersiksa sekali karena demam menggigil hanya terjadi setiap sore/malam dan batuknya pun bikin sakit. Awalnya mau mendiamkan, ala-ala self healing tapi yagitu deh. Saya berniat periksa ke dokter di kantor saja, gratis kan tapi jadwalnya gak setiap hari. Okelah saya masih kuat menunggu. Eh pas hari H saya cerita ke teman malah diajak berobat ke Puskesmas Menteng, deket kok. Bolehlah mencoba, tapi kan saya belum terdaftar? pakai kartu Puskesmas temen deh. Kami berangkat ke Puskesmas sekitar pukul 10.00 pagi dan kembali ke kantor pukul 14.00 siang. Lama ya? maklumlah, jumlah warga yang berobat sangat banyak. Saya menjalani 4 kali antrian, (1) antri untuk bayar administrasi Rp. 2000, (2) antri pemeriksaan awal (cek tekanan darah dan berat badan), (3) antri panggilan ke dokter, (4) antri ambil obat. Memang sudah prosedurnya begitu, mungkin untuk mengurangi antrian dengan memperbanyak jumlah loket dan petugas pelayanan dan yang terpenting sih mengedukasi warga. Hal yang menyenangkan adalah petugas pelayanan dan dokter di Puskesmas Menteng ramah-ramah. Saya agak trauma dengan dokter di Puskesmas Sukapura, beuh galak banget. Tapi bisa dimaklumi sih karena letak geografis berpengaruh, tau kan warga utara dan pusat beda wataknya hahaha.

Naik Transjakarta

Semalam alat transportasi idola sedang ada gangguan wesel dan biasanya memakan waktu cukup lama untuk perbaikan maka saya putar haluan ganti alat transportasi dengan Transjakarta, naik yang Tosari – Ciputat. Saya bersama teman kantor, gak punya kartu Transjakarta, pas persediaan kartu di loket habis, untungnya ada kartu flazz teman yang bisa di-top up. Enaknya bisa tap in untuk 2 penumpang. Saya janjian juga dengan suami sehingga bisa pulang bareng dan sengaja menunggu agar dapat tempat duduk sepanjang perjalanan pulang. Lumayan bisa ngobrol ngalor ngidul berdua daripada manyun mikirin macet.

Bersyukurlah wahai warga Jakarta dengan banyaknya fasilitas umum yang ada, kalau belum bagus ya kasih kritik, saran dan masukan. Jangan diam saja atau menggerutu di sosmed #senyumsimpul.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s