Khitanan Vito

Baru sempat menulis setelah acara khitanan dan syukurannya lewat. Legaaa… cem abis ngawinin anak :D.

Setelah sounding khitanan ke Vito sejak kelas 2 SD tahun lalu, alhamdulillah Vito mau dikhitan (insya Allah gak ada unsur paksaan ya… walaupun teman sebayanya belum semua dikhitan). Sebenarnya rencana awal pas libur panjang kenaikan kelas tapi karena budget belum mencukupi, banyak kebutuhan lain dan hati Vito belum teguh ya sudah take it slowly.

Vito dikhitan di Klinik Pratama Khitan Bogem di Ciracas, Jakarta Timur. Kabarnya hanya ada 2 lokasi Klinik Khitan Bogem yaitu di Jogja dan Ciracas. Terlahir dari keluarga yang mayoritas perempuan membuat saya clueless soal khitan, ikut saja dengan pendapat suami. Kebetulan lokasi klinik di Ciracas dekat dengan rumah mertua teman kantor suami jadi bisa titip pendaftaran dan sengaja ambil no urut belakangan biar tidak antri terlalu lama. Beneran cepet deh, baru sampai pas tinggal 3 antrian lagi trus diantar sampai ke dalam klinik saja tidak sampai ruang tindakan dan gak lama selesai. Sekejap mata saja.

Drama sedikit pasca dikhitan saat melalui jalan raya yang tidak rata karena Vito mengerang kesakitan dan berlaku manja pengen didampingi terus padahal bundanya ngilu :D.

Sekarang ngomongin rencana syukuran, sederhana saja sih hanya acara makan bersama dengan keluarga dan teman tapi persiapannya menguras energi karena semua home made. Terima kasih kepada Nenek, Nini, Tante Ika dan Bude yang sudah membantu menyiapkan food and beverages. Sedangkan saya dan ayahnya bagian belanja perintilan. Sempat ngelayap di jam kantor untuk berbelanja di Pasar Jatinegara trus pulang kantor ambil peralatan memasak di Priok, belanja sayuran dan lauk di 3 pasar. Rempong it is… karena ayahnya mengundang banyak temannya. Ini acara anaknya apa bapaknya? :D.

Terlepas dari segala kehingarbingaran tersebut di atas, saya dan suami selaku orang tua dari Vito mengucapkan terima kasih kepada sanak saudara dan handai taulan yang bersedia hadir di acara syukuran (pas long weekend pula).

Doa kami untuk Vito adalah “Allahummaj’alha shohiihan kaamilan, wa ‘aqilan haadziqon, wa ‘aaliman ‘amilan” – “Ya Allah, jadikanlah ia anak yang sehat sempurna, berakal cerdas, dan berilmu lagi beramal”. Aamiin Ya Rabbal Alamin…

Advertisements

2 thoughts on “Khitanan Vito

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s