Cerita CT Scan Bagian 1

Saat menulis postingan ini, belum dilaksanakan CT Scan. I have mixed feelings about this.

Jadi Hafsha ada benjolan di hidungnya, semenjak usia ౩ bulanan. Kami sudah menanyakan ke dsa langganan imunisasi tapi jawabannya kurang memuaskan lalu kami pernah membawa Hafsha ke dokter THT tapi sama gak bisa mendeteksi benjolan tsb dan diminta tunggu sampai Hafsha cukup besar. Sebenarnya benjolan tersebut tidak terasa sakit atau mengganggu, alhamdulillah Hafsha tumbuh sehat tetapi setiap orang yang lihat pasti nanya kenapa dan sebagai orang tua pastilah was was.

Browsing DSA untuk memeriksakan kondisi Hafsha dan dapatlah DSA yang praktek di rumahnya di BSD kebetulan banget beliau biasa praktek di RSKDharmais jadilah kami disarankan untuk melakukan CT Scan guna mendiagnosa benjolan di hidung Hafsha apakah berbahaya atau tidak. Dokter sih sudah kasih gambaran terburuk untuk antisipasi. Malam itu juga kami ke Eka Hospital untuk tanya prosedur CT Scan, hmm lumayan juga harganya.

Kami coba jalur alternatif dengan menggunakan BPJS, sayang juga kan belum pernah dipakai. Awalnya agak ragu karena kabar burung mengatakan berobat pakai BPJS itu ribet inilah itulah yang bikin drop shayyy padahal belum dicoba. Ihhh jalanin aja dulu shayyy…

Faskes pertama kami di Puskesmas dekat rumah, Sabtu pagi sembari sepedaan iseng ambil nomor antrian untuk minta rujukan ke RS. Kirain kan bisa langsung ke RS besar untuk CT Scan ternyata tidak bisa harus bertahap dari RS tipe C-B-A. RS tipe C kami minta ke RS Hermina Serpong saja karena dekat rumah. Suami saya minta ke RS tsb untuk cari informasi dan disàrankan untuk antri pagi hari jam 5. Rabu pagi suami berangkat ke RS ambil nomor antrian pelayanan peserta BPJS, oiya untuk antrian dokter sudah kami peroleh terlebih dahulu. Sekitar jam 9 pagi barulah kami berangkat ke RS, gak perlu menunggu lama langsung ke DSA, diperiksa dan mendapatkan surat rujukan ke RS tipe B, kami pilih RS Sari Asih Ciputat. Oiya karena di Sari Asih sudah dilengkapi dengan peralatan CT Scan maka kami tidak meminta surat rujukan untuk ke RS tipe A.

Berhubung suami izin setengah hari maka saya yang ke RS Sari Asih Ciputat untuk mencari informasi. Jadi saya antri perjanjian DSA terlebih dahulu, untuk antri BPJS keesokan harinya. Kamis pukul 9 pagi kami sudah di RS untuk antri BPJS dilanjutkan antrian DSA. Entah karena pasien banyak dan hari Kamis khusus untuk imunisasi maka antrian terasa lebih lama dan yang agak mengecewakan dokternya hanya sekilas memeriksa dan salah isi formulir CT Scan. Jadi ilfil deh…

Lanjut antri ke Radiologi untuk CT Scan tetapi belum bisa langsung dites karena anak harus dalam kondisi diam tenang tidak bergerak. Susah kan anak usia 2 tahun bersikap demikian. Malam hari kami kembali saat Hafsha dalam kondisi tidur pun gagal dites karena anaknya terbangun.

Untuk mencari dukungan moril saya pun sudah bertanya ke sesama ibu yang anaknya pernah CT Scan dan memang waktu terbaik adalah saat tidur pulas. Doakan tes CT Scan bisa dilalui dengan lancar dan hasilnya baik ya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s