Mudik 3 Kota

Mudik Lebaran tahun 2017 sebenarnya hampir sama seperti tahun lalu, mudik ke kampung orang, bedanya mudik tahun ini banyak silaturahmi. Yuk cuss saja diceritakan biar tidak lupa.

Ciamis

Tujuan pertama tentulah ke rumah nenek buyut di Ciamis. Berangkat Sabtu pagi dan perjalanan relatif lancar hanya macet di kota Majalengka karena ada pasar dan persimpangan. Sebelum berangkat mas Vito sakit sehingga dalam perjalanan pun masih tidak nyaman dengan jackpot eh Hafsha juga ikutan jackpot.

Lebaran hari 1 dan 2 dihabiskan di kampung, tidak kemana-mana paling cuma ke warung bakso wajib kunjung di Cikijing tetapi karena rame, kuah baksonya berkurang rasa nikmatnya. Hafsha terlihat menikmati kampung karena ada peliharaan kambing di samping rumah, hobinya memberi makan kambing tersebut. Oiya bocils juga suka mandi di pancuran padahal airnya sedingin es dan jauh naik turun, selesai mandi keringetan.

Purwokerto


Kunjungan kedua adalah Purwokerto dengan agenda wajib nyekar ke makam bapak dan agenda tambahan adalah kondangan sepupu saya yang berjodoh dengan gadis tetangga kampung padahal bekerja dan tinggal di Bekasi eh dapat jodoh balik kampung. Sebenarnya masalah setiap mudik ke Purwokerto adalah akomodasi, rumah mbah di kampung tidak memadai sedangkan menginap di rumah tante lihat kondisi juga karena banyak saudara yang menginap. Jadi sebelum mudik sempat bertanya ke WA group teman SMA mengenai info penginapan di Purwokerto. Alhamdulillah Happy menawarkan untuk menginap di rumah ibunya di Dukuh Waluh. Ghita dan Hafsha senang bertemu kembali dengan Kaira dan Mikha, mereka main terus sampai sedih berpisah. Menginap di rumah Happy semalam dan malam berikutnya menginap di rumah tante karena kebetulan kosong, saudara lainnya sudah pulang. Di Purwokerto tepatnya perjalanan pp Purwokerto – Rawalo mengalami macet, mana panas banget lagi dan dengan waktu terbatas disempatkan main ke Baturraden ya suami manyun karena macet naik menuju ke sana dan cendol banget deh. Sudahlah capek dan bete kan bawaannya, tapi kasihan kalo anak-anak tidak menikmati lokawisata ini jadi saya ajak naik lagi menuju pemandian air panas pancuran 3. Benar saja, girang deh mereka mandi air panas.

Salatiga

Kota terakhir yang kami kunjungi. Sebenarnya kampung yang kami kunjungi masih di Kabupaten Semarang tapi secara geografis mepet Kota Salatiga. Dari Purwokerto ke Salatiga melalui jalur tengah melewati Purbalingga, Banjarnegara (berhenti beli salak di pinggir jalan), Wonosobo (pemandangannya indah), Temanggung, Ambarawa, Bandungan (macetos) nah mulai deh di sini kami mengalami kesulitan karena petunjuk kota Salatiga tidak ada, hanya Magelang Jogja. Sempat nyasar ke arah Semarang. Meminta dikirim location pun sempat kesulitan karena mereka awam hehehe. Oiya kenapa kami ke Salatiga? seperti yang diceritakan di postingan sebelum ini bahwa mama akan bertemu dengan temannya yang sudah 3 tahun tidak bersua.

Berangkat dari Purwokerto pagi hari sampai di Salatiga sore hari menjelang maghrib. Melelahkan tapi menggembirakan buat mama bisa berjumpa dengan temannya. Di sini mas Vito bertemu teman baru, cucu dari bu Tati teman nenek. Hafsha senang karena bisa mengejar ayam dan entok. Saya sempat pinjam motor dan keliling sebentar dan hampir ke kota Salatiga yang ternyata memang dekat tapi kami urungkan karena kami tidak memakai helm :D.

Perjalanan pulang dari Salatiga menuju Jakarta kami sempatkan mampir ke rumah Pakde di Ungaran, ya sekalian jalan tetapi lagi-lagi nyasar karena beda belok dan mereka tidak bisa share location. Kami sudah mencicipi jalur tol fungsional ala-ala off road, yang lumayan membantu mempercepat waktu mudik.

Mudik kali ini bawaan kami cukup banyak sampai sebelum mudik kami hunting roof rack agar barang bisa disimpan di atas mobil. Sebagian bawaan untuk saudara kami di kampung, berharap berkurang sesampai di kampung eh malah dibekalin lagi yang lebih berat yaitu beras dan cemilan :D.

Mudik ini love and hate relationship karena perjalanan dan selama mudik ini banyak perdebatan dalam keluarga, aku lelah… contohnya nih suami merasa lebih tau Purwokerto daripada saya yang menghabiskan masa SMP dan SMA di Purwokerto, mudik ini saya sebagai co-pilot, planner, tukang packing, dll. Huft pisan, di sisi lain menyusuri kota-kota kecil di Jawa Tengah kok ya bikin pengen punya rumah dan kebun/sawah di salah satu kota tersebut (tapi bukan kampung halaman sendiri). Semoga saja diberikan kemudahan rejeki ya…

Advertisements

2 thoughts on “Mudik 3 Kota

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s