Surabaya Trip


Finally ke Surabaya juga… lengkap sudah perjalanan ke ibu kota provinsi di Pulau Jawa :D.

Lagi-lagi sebagai pemain cadangan, masih kecapekan dari Kendari tapi kuharus mengurus administrasi DLK Surabaya ini. Untungnya saya cekatan #tsahlagi #pengenmuntahgaksih etapi ada salah ketik dokumen terpaksalah keluar uang untuk ngeprint di business center hotel :(.

DLK kali ini tentang kegiatan pemantauan budaya gemar membaca dan juga memantau kegiatan pelatihan yang diadakan oleh Perpuseru kepada para pengelola Perpustakaan Daerah. Perpuseru bertujuan menjadikan perpustakaan sebagai learning center dan pusat kegiatan masyarakat bukan cuma baca/pinjam buku tetapi tentang menerapkan ilmu yang diperoleh dari bahan pustaka karena itulah tujuan kita membaca agar pintar dan berbagi ilmu dengan sesama. Semoga program Perpuseru ini dapat diadopsi dengan baik oleh Pemerintah ya…

Hari kedua, kami berkesempatan mengunjungi Perpusda Jombang. Perjalanan Surabaya-Jombang lumayan jauh ya sekitar 2-3 jam dan kami kembali di hari yang sama loh. Lumayan melelahkan tetapi kami senang bisa bertemu dengan pengelola perpustakaan dan warga masyarakat yang antusias dengan pengelolaan Perpusda karena banyaknya kegiatan workshop dan gratis. Baru tau juga kalau kami melewati cagar budaya Trowulan! situs peninggalan kerajaan Majapahit. Next harus ke sana ya.

Hari ketiga di saat yang lain morning flight, saya dan teman sengaja flight belakangan agar sempat jalan-jalan di kota Surabaya. Terus terang saya penasaran banget melihat kota Surabaya yang telah dirawat oleh Ibu Risma dan saya kagum sekali akan kebersihan dan keindahannya. Salut bu!

Jadi, half-day trip kami antara lain jalan kaki dari hotel di Jalan Dharmo menuju Taman Bungkul dan makam mbah Bungkul, Perpustakaan BI mampir icip-icip es grim di Heerlijk Cafe, lanjut ngegrab ke House of Sampoerna. Sebentar tapi lumayan puas :D.

DLK ke Surabaya ini lagi-lagi saya ber-seafood galore (apa kabar kolesterol?) dan gak sempat icip kuliner khas Surabaya, cuma sempat go food bebek Sinjay dan itu pun makan di bandara. Kata abang go food yang rame itu bebek Palupi dekat Tugu Pahlawan.

FYI, di Surabaya lagi-lagi saya dibikin kepengen dengan piring hias karena interior restoran hotel bertebaran piring hias. Duh pengennn…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s