TCVtrip2017 part 1

Carrier modal minjem 😂


Pecah telooorrr… First time travelling abroad. Yeay!

Preambule dulu deh, sebenarnya pasca travelling malah sakit kecapekan dan belum ada mood buat ngeblog mana kudu nguber ketinggalan ngerjain pe-er kuliah selama 2 minggu. Setelin video youtube Mario Teguh deh buat motivasi nulis :D.

Di postingan part 1 ini akan bercerita bagaimana awalnya bisa travelling abroad padahal bikin paspor saja males? Eh sedikit cerita paspor ada disini. Jadi saya kan berteman dengan Nunu sejak jaman nebengers, dia ini solo traveller gitu, sudah profesyenel deh urusan jalan-jalan 😀 bikin open trip ke 3 negara dan biayanya murce. Duh, saya sebagai emak-emak ogah rugi kepincut dong… sekali bayar bisa 3 negara terlampaui. Setelah mendapat izin dari suami, akhirnya saya ikutan dong rencana open tripnya dan waktu itu masih sekitar 2 bulan sebelum hari H sehingga saya sempatkan bikin paspor dan nyicil belanja keperluan travelling. Deg-degan euy secara baru pertama kali. Norak to the max! hehehe…

Oiya, karena perjalanan 3 negara ini berbudget rendah maka travelling ala backpacker-lah pilihannya. Chatting di WA dan ketemuan dulu di Wendy’s buat bahas how to do secara disini newbie kan… kayak bingung pake ransel kayak gimana? segede apa? apa saja yang dibawa? Urusan ransel berbekal tanya ke teman grup WA akhirnya dapat pinjaman carrier dari Venny (aakkk… belum sempat ngelondri carriernya). Daripada beli atau susah cari tempat sewa carrier kan? Ternyata saya kebanyakan bawa baju! pertimbangannya daripada saya kesulitan membeli baju di negara orang (budget belanja bertambah pastinya) lebih baik bawa spare.

19 September 2017, CGK-SG naik Tigerair (sekarang Scoot). Pesawat malam, berangkat ke bandara dari kantor ngegrab bareng Nunu dan Linda. Ternyata pesawatnya delay, untung sempat jajan Bakmi GM untuk makan malam karena cuma dapat Aqua botol sebagai kompensasi keterlambatan. Tengah malam sampai di Terminal 2 Changi trus bergantian nyobain Osim pemijat kaki (hahaha baru berangkat saja sudah minta pijet) dan kemudian mencari tempat duduk buat selonjor tiduran menanti flight berikutnya ke Bangkok. Jadi buat yang nginep di Terminal 2 Changi bisa melipir ke Oasis Lounge (dekat gate E11) buat bobo cantik ya… Paginya sempatkan dulu jajan roti panggang buat ganjel perut. Sempat perhatiin pekerjanya sudah manula dan pagi buta sudah on. Hebat ya!

20 September 2017, SG-BKK naik Scoot lagi tapi pesawatnya airbus gede 3 row dan dingin banget untung sedia jaket. Norak lagi karena biasa naik boeing kan ya :D. Mendarat kami di Terminal 1 Don Muang. Sebelumnya nuker receh dulu buat ongkos naik bis ke hostel.

Part 1 sampai sini dulu deh. Part 2 akan bercerita tentang aktivitas seharian di Bangkok. Don’t miss it!

 

 

 

 

Advertisements

One thought on “TCVtrip2017 part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s