TCVtrip2017 part 2 – Bangkok

Lanjutan postingan disini. Postingan part 2 didedikasikan untuk Bangkok :D.

Dari Terminal 1 Don Muang kami naik bis menuju hostel yang terletak di Rachathewi. Naik bis A1 ke Catuchak Park/dekat BTS Mo Chit ongkosnya 30 THB per orang. Bis di Bangkok ini jadul ya ala-ala bis Jepang di Jakarta tapi biarpun jadul tetap terawat kebersihannya. Dari BTS Mo Chit lanjut ke BTS Rachathewi N1 (Sukhumvit line) ongkosnya 37 THB. Baru tau, BTS itu skytrainnya Bangkok, jangan disamakan dengan commuterline jabodetabek ya karena beda tarif, beda line 😀 ya pastinya lebih nyaman tapi insya Allah kita juga bisa maju seperti Bangkok (berdoa semoga proyek pembangunan MRT dan LRT cepat rampung).

*insert caption quote* padahal gak ngerti gimana bacanya 😂

Hostelnya cuma jalan kaki sedikit dari BTS, ya kami ke hostel buat nitip carrier dan pinjam toiletnya buat bebersih dan ganti baju. Sebelum berkeliling mengeksplorasi kota Bangkok kami juga sempatkan sarapan di warung halal dekat BTS Rachathewi.

Karena kami cuma sehari di Bangkok jadi destinasi wisatanya terbatas sekali, gapapa ya namanya pengenalan dulu :D. Tujuan awal kami ke Wat Arun. Naik BTS sambung taksi kapal. How to get there? untuk ke dermaga taksi kapal naik BTS tujuan BTS Saphan Taksin lanjut keluar jalan kaki sedikit ke Sathorn Central Pier, naik Express Boat River Taxis yang Orange Flag Line (yang murce) turun di pier 8. Di Wat Arun kami kehujanan dan sempat berteduh di gazebo yang sedang dicat oleh tukang. Oiya, kami juga bertemu 3 nenek dari Afsel yang sedang travelling. Seru deh bercengkerama dengan traveller lain.

Setelah Wat Arun, kami menuju Grand Palace naik taksi kapal lagi, sayangnya pas kami tiba di Grand Palace banyak orang berpakaian hitam sepertinya ada upacara kematian jadilah kami jalan-jalan menyusuri jalan sekitar dan mampir ke The Maharaj, ini tempat local brand kumpul gitu deh. Foto-foto setitik dan terpenting cari wifi gratisan, dasar turis kismin :D.

Destinasi berikutnya adalah The Asiatique. Sampai sini sudah sore, kelaparan tentunya. Kami butuh ishoma! alhamdulillah ada masjid seberang asiatique dan kuliner sekitar masjid insya Allah halal. Di asiatique cuma belanja sedikit di Miniso dan Tae Kae Noi store.

Keliling cuma Wat Arun-Grand Palace-The Asiatique saja bikin jebol langkah kakiku di angka 12ribuan. Wohooo! Seru juga boat taxi hoping dari satu dermaga ke dermaga lain, untung nenekku seorang pelaut ya gak mabuk sungai :D. Semoga kalau ibu kota jadi pindah ke Palangkaraya, sungai Kahayan dibikin cantik seperti sungai Praya.

Sebelum tidur, mandi air hangat lanjut packing untuk melanjutkan perjalanan berikutnya. It will gonna be long road trip! Lintas negara bok.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s