TCVtrip2017 part 4 – Angkor Wat

Ini postingan tentang Siem Reap bagian kedua khususon bahas Angkor Wat. Kayak inception deh di dalam postingan TCVtrip ada tentang Siem Reap, di postingan Siem Reap ada Angkor Wat! 😀

Gong atau klimaks trip backpackeran ini memang sepertinya di Angkor Wat, segala kemudahan dan kesulitan ngumpul di perjalanan ke Angkor Wat. Duh, gimana nanti kalau umroh atau haji ya?

Dari hostel kami berangkat menuju Angkor Wat mengendarai tuk-tuk dan surprise gedung tempat pembelian tiket masuknya bagus banget, kontras dengan kondisi sekeliling. Tiket masuk ke Angkor Wat ini mahal banget, USD 37 tapi dengan prinsip daripada nyesel sudah jauh-jauh ya sudah kurelakan. Mungkin begini rasanya jadi turis asing yang digetok tiket masuk mahal. Yang bikin keren tiketnya ada pasfoto kami, ini kali ya yang bikin mahal :D.

Angkor Wat tour ini tanpa persiapan baca sejarahnya, nyesel sih. Jadi cuma dapat sedikit info sejarah dari supir tuk-tuk kami. Menurut informasi dari Roy, supir tuk-tuk kami (next disebut Roy saja ya…). Oiya, Angkor Wat ini kompleks candi yang cukup besar kalau mau dibandingkan ibaratnya tur dari Candi Borobudur – Candi Prambanan – Candi Ratu Boko dan candi-candi kecil lain di sekitar Prambangan (saya belum pernah ke Candi Ratu Boko sih :D) tapi kompleks candi di Angkor Wat ini memang terkoneksi dalam satu lingkungan dan jauh dari rumah penduduk which is ini jadi nilai lebih Angkor Wat dibandingkan dengan Borobudur karena sekali dayung dua tiga candi terlampaui dan suasananya memang dijaga seasli mungkin, kalau Borobudur kan sudah komersil dekat dengan permukiman penduduk dan area niaga, kalau Angkor Wat feels into the jungle.

Karena Angkor Wat sedang ramai dikunjungi jadi untuk pembukaan tour kami berlawanan arah mengunjungi candi yang lainnya.

Srah Srang. Danau buatan manusia, digunakan untuk reservoir dan juga pemandian Raja. Menenangkan deh memandangi air dengan pemandangan kehijauan dan batuan candi. But wait, baru datang sudah disuguhi pemandangan begini? Kurang menantang ya! mana Nunu dan Linda sudah terpikat belanja di kios suvenir :D.

Banteay Kdei. Candi ini merupakan kuil Buddha. Jadi kerajaan Khmer ini awalnya di bawah kepemimpinan agama Hindu kemudian berganti dikuasai oleh kepemimpinan Buddha, makanya di dalam kompleks Angkor Wat ini diisi dengan candi Hindu dan juga candi Buddha. Menurut sejarah, candi ini persembahan raja Jayavarman II kepada gurunya.

Ta Prohm. Di sini akan menemukan kehebatan akar pohon yang melilit mencengkeram bangunan candi. Instagramable tapi ya gitu ramai penuh oleh pengunjung. Gak bisa deh, foto ala Tomb Raider.

Sebelum menuju ke candi berikutnya, kami sudah di masa kelaparan mendera, oleh Roy kami diantarkan ke rumah makan di pinggir jalan tetapi karena ada menu pork kami batal makan disitu. Selama trip ini saya bawa CTM alias Cranberry Trail Mix jualannya @irrasistible sampai ledes bibirku makan kacang-kacangan ini 😀 tapi ya teteplah gak kenyang. Akhirnya kami menemukan penjual jagung walaupun aneh tidak seperti jagung di tanah air tapi karena lapar dan kayaknya cuma itu yang halal yasudahlah sikat saja. Beneran ternyata jagungnya beda, teksturnya lebih pulen lengket dikunyah di mulut. Sambil makan, istirahat di tepi danau sebelum masuk ke Baphuon.

Baphuon. Menurut saya ini candi tercantik di kompleks Angkor Wat ini. Sebelum memasuki candi ada kolam kecil kemudian ada jembatan menuju candi. Harusnya yang foto pre-wed bikinnya di sini. Oiya setelah ujian lapar ternyata di sini titik awal harus manjat-manjat ke atas candi.

Angkor Thom & Bayon. Bayon ini the second famous temple. Apa keistimewaannya? kabarnya ini adalah masterpiece Raja Jayavarman VII. Menurut lonelyplanet.com: “It epitomises the creative genius and inflated ego of Cambodia’s most celebrated king. Its 54 Gothic towers are decorated with 216 gargantuan smiling faces of Avalokiteshvara, and it is adorned with 1.2km of extraordinary bas-reliefs incorporating more than 11,000 figures.”

Iya sih, di sini akan melihat patung raksasa wajah Avalokiteshvara di mana-mana. Kami muterin Bayon karena mencari-cari di mana tuk-tuk parkir, mana hujan lokal, basah trus kering dan udara di sana lembab sekali. Capek luar biasa. Eits, ini belum berakhir karena kami belum sampai di Angkor Wat.

Karena kelelahan sangat, sebelum masuk ke Angkor Wat kami istirahat sejenak di parkiran sambil jajan mie goreng yang kata penjualnya halal. Lain kali ke Angkor Wat kudu bawa rantang dan termos nasi nih :D.

Angkor Wat. Sebelum masuk ke Angkor terlebih dahulu kita berjalan di jembatan apung yang bergoyang. Angkor Wat ini seperti kastil yang dikelilingi parit tapi paritnya besar seukuran sungai. Namanya juga atraksi utama jadilah di sini ramai sekali pengunjung padahal kami tiba sudah sore. Dan memanglah, magnificent! (sudah kehabisan kata-kata :D)

Sedikit berbagi tips mengunjungi Angkor Wat:

  1. Baca-baca dulu sejarah Angkor Wat biar gak merasa cuma lihat batu berserakan 😀
  2. Sewa tuk-tuk seharian.
  3. Bawa topi, payung, jas hujan.
  4. Bawa cemilan, bekal makan mengingat susah cari makanan halal. Oiya jangan lupa bawa air minum karena bakal dehidrasi kecapekan naik turun candi, keliling candi.
  5. Jangan bawa tas yang ribet biar badan leluasa dan gak keberatan bawa beban.
  6. Better ke Angkor Wat beli yang 3 days pass, biar puas dan gak kecapekan. Apalagi kalau kalian peminat candi, benda purbakala, arsitektur candi, dll.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s