Jogjakarta Trip

Pulang ke kotamu

Ada setangkup haru dalam rindu

Masih seperti dulu

Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna

Terhanyut aku akan nostalgi

Saat kita sering luangkan waktu

Nikmati bersama

Suasana Jogja

*monmaap Jogja bukan salah satu kota kenanganku #digetokwargaJogja

Liburan lebaran tahun 2016, cuma lewat saja di Jogjakarta. Masa SMA pernah PP Purwokerto-Jogja, pernah nginep juga tapi namanya juga anak sekolah cekak. DLK ke Jogjakarta sudah beberapa kali tapi kebanyakan ngendon di hotel atau gak kunker. Tapi kerjaan kemarin ke Jogjakarta bikin saya mulai menyukai Jogja kok…

BTW, jadi teringat bulan Agustus lalu sudah pernah ke Jogja dan sempat meet-up dengan Hani teman SMA yang sekarang bermukim di Jogja. Kok bisa kelewat gak diceritain diblog? Copas saja dari status FB deh.

20770405_10214236689539225_4673864012903663927_n

Meet up sama Hanny, teman SMA yg sekarang bermukim di Jogja. Obrolannya ya sekarang tentang parenting 😂.
.
.
Makasih ya Hanny, sudah repot nyamperin ke hotel di pinggir kota, bawain oleh-oleh trus drop-in ke Mirota Edit😘. Kalo ke Jakarta kabarin ya… Semoga dipertemukan lagi bersama teman magic class lainnya juga. Bikin acara reunian kelas aja apa bu @happyfebriasih ?

Kunker Jogja ini bertemakan budaya, asyik jalan-jalan 😀 Di awali kunjungan ke Museum Benteng Vredeburg, Dinas Kebudayaan, dan gongnya sih kunjungan lapangan ke Candi yang sedang direvitalisasi. Ih banyak saja Candi yang sedang dipugar antara lain Candi Ijo, Candi Banyunibo, Candi Barong dan Candi Kedulan. Untuk Candi Kedulan ini bahkan masih panjang perjalanan pemugarannya, masih diekskavasi (dari tahun 1993) kalau ke sana seperti shooting film The Mummy deh, masih gali-gali lokasi candi. Selain ke beberapa candi tersebut, kami pun singgah ke candi kekinian yaitu Tebing Breksi eks penambangan batu. The most challenging experience adalah naik crane ke puncak candi perwara Prambanan. Ada tuh bikin vlog ala-alanya 😀



Pengalaman seru lainnya adalah kami diundang menonton Ketoprak Conthong lakon Angkasa Wutah Getihku di Taman Budaya Jogjakarta. Senang banget deh, walaupun ketoprak bahasa Jawa yang sebagian tidak kumengerti tapi sukses bikin ketawa terbahak-bahak. Makan malam kami pun cukup nasi kucing di lesehan Malioboro. Duh, BAHAGIA ITU SEDERHANA ya… pindah apa ke Jogja? mulai deh kalau ke daerah gini bandingin dengan kehidupan Jabodetabek.

Karena salah jadwal, saya pulangnya agak sore dan yang lain pulang duluan. Daripada mati gaya, saya jalan sebentar ke Pasar Beringharjo, bukan cari batik sebenarnya cari barang antik dan kriya. Ternyata Pasar Beringharjo luas ya… selama ini hanya tau bagian depannya saja, semakin ke belakang semakin beragam. Cuma beli tiwul dan jagung gerontol mentah dan karung terigu buat next weekend project. Di belakang Pasar Beringharjo ada toserba Progo, ya ampun ini surga emak-emak banget! walaupun toserbanya jadul dan berantakan tapi barang dagangannya komplit. Pengen deh belanja kriya dan perintilan rumah tangga cuma ngebayangin repotnya antrian bagasi, diurungkan deh niatnya. Next visit deh ya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s