Wisuda UT 2019

Foto bubaran wisuda
Foto di gedung dekat parkiran
sebelum wisuda
ihiy… fotoku masuk artikel UT

Melanjutkan postingan ini, saya mau sedikit berbagi cerita proses sebelum dan masa wisuda. Ya siapa tau ada yang nyasar googling kan? Eh buat dokumentasi sendiri sih.

PRA WISUDA

Pertengahan Agustus 2019, pengumuman nilai ujian akhir semester.

Pertengahan September 2019, pengumuman mahasiswa yang terjaring yudisium diikuti dengan mengumpulkan dokumen kelengkapan ke UPBJJ UT.

Awal Oktober 2019, di web aksi.kelulusan.ut.ac.id muncul ucapan selamat atas kelulusan dan undangan mengikuti upacara wisuda periode 1 wilayah 1 tahun akademik 2019/2020.1. Lalu terlupakan bahwa harus balik lagi ke UPBJJ UT untuk mencetak LIP Wisuda. Huft. Bagaimana tidak? Bulan Oktober 2019 sibuk sekali.

Browsing tentang LIP Wisuda tidak membuahkan hasil. Pasrah deh, yang penting sudah mengajukan cuti di tanggal 11-12 November 2019 kalau gagal wisuda ya dipake buat liburan atau istirahat. Btw, LIP itu singkatan dari Lembar Informasi Pembayaran.

Oiya, sebelumnya tanggal 9-10 November 2019 wajib datang ke Kantor UT Pusat di Pondok Cabe untuk pendaftaran ulang. OOT, Jumat saya baru balik DLK dari Bandung, Sabtu harusnya ikut reuni SMA di Purwokerto tapi kan bentrok dengan jadwal pendaftaran ulang wisuda.

Sabtu yang biasanya saya hectic karena harus mengantar anak les, alhamdulillah karena bertepatan dengan Maulid Nabi sehingga libur les. Dari pagi saya dan suami naik motor menuju Kantor UT Pusat yang hanya berjarak sekitar 8 km dari rumah. Sedekat itu tapi gak pernah masuk ke dalam, ya ngapain juga ya kalau gak ada urusan. Wkwkwk. Ternyata Kantor UT Pusat lumayan luas.

Kami diarahkan ke gedung belakang yang ada tendanya untuk melakukan pendaftaran. Pertama adalah mengambil nomor antrian pendaftaran ulang. Sambil menunggu dipanggil bisa ikut mendaftar IKALUMNI UT, cukup bayar Rp 35.000 untuk mendapatkan kartu keanggotaan IKALUMNI. Sebelah meja IKALUMNI ada meja nomor foto wisuda, gratis. Nomor foto wisuda adalah sebagai penanda saat kamu download foto wisuda di website yang disediakan. Nomor foto wisuda bukan nomor urut wisuda ya.

Setelah dipanggil antrian pendaftaran ulang, saya masuk ke dalam gedung ruangan sebelah kanan. Di dalamnya ada beberapa meja layanan, antri lagi di dalam. Lalu cukup membawa print-out undangan wisuda, KTP, KTM, dan LIP Wisuda untuk diserahkan. Seperti yang sudah diceritakan di atas bahwa saya belum sempat mencetak LIP Wisuda di UPBJJ UT ya saya ceritakan ulang ke petugas layanan dan alhamdulillah ternyata bisa dicetak di situ. Fyuh… lega… soalnya saya overthinking, jangan-jangan ada bayar harus setor ke bank eh ternyata gratis. Saya sudah lirik-lirik di meja layanan ada mesin edc dan saya cukup yakin bisa bayar di tempat. Ternyata LIP Wisuda hanya sebatas bukti pendaftaran tidak ada keluar biaya.

Selesai pendaftaran ulang wisuda lalu menuju ke belakang gedung untuk mengambil toga. Sebaiknya dicoba dulu ya biar pas karena akan didobel dengan pakaian wisuda. Btw, tidak ada persiapan khusus mengenai pakaian wisuda, saya pakai ulang kebaya 17an lalu.

SEMINAR AKADEMIK

Tanggal 11 November 2019 para peserta wisuda wajib mengikuti seminar akademik yang dilaksanakan sehari sebelum upacara wisuda.

Tema seminar akademik adalah Pelayanan Publik di Bidang Perpajakan pada Era Industri 4.0 yang dipaparkan oleh Drs. Hestu Yoga Saksama, Ak., MBT. (Direktur Penyuluhan dan Hubungan Masyarakat Dirjen Pajak). Link youtube ada di channelnya Universitas Terbuka TV ya.

Seminar ini berlangsung setengah hari diikuti dengan acara gladi resik upacara wisuda. Wuih, ternyata antusiasme para peserta wisuda sangat tinggi, banyak berlomba-lomba dengan maju menyodorkan diri berpartisipasi dalam upacara wisuda. Sebagai introvert saya cuma berharap acara ini cepat selesai. Hehehe.

Di acara seminar ini barulah kelihatan bahwa peserta wisuda banyak sekali tersebar dari berbagai daerah (padahal ini cuma wisuda wilayah 1). Para peserta dari luar Jabodetabek ini sudah mirip rombongan umroh, mereka carter bis, pakai seragam, duduk berkelompok dan kompak bukan main saling support temannya. Bikin iri deh karena saya gak gabung komunitas/pokja jadinya alone gini.

UPACARA WISUDA

Tanggal 12 November 2019 adalah hari upacara wisuda UT periode 1 wilayah 1 tahun akademik 2019/2020.1. Saya berangkat dari rumah pukul 05.30 agar sampai di lokasi sebelum pukul 06.00. Bisa dibayangkan saya susah tidur malam hari sebelumnya.

Oiya, sore setelah seminar akademik dipampang nama peserta beserta kelompok barisan wisuda (dibedakan per fakultas). Harus diatur dan dibagi per kelompok barisan karena peserta wisuda hampir 2000 orang.

Setelah menunggu dalam barisan di depan Auditorium UT akhirnya kami diperbolehkan masuk dan mengikuti prosesi wisuda. Terharu akutu bisa sampai di titik ini. 4 tahun lalu menantang diri sendiri untuk keluar dari zona nyaman dengan kuliah di UT. Tentunya ada masa naik turun menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. Alhamdulillah keluarga selalu mendukung saya.

Untuk melihat prosesi wisuda bisa streaming di youtube dan artikelnya di sini.

Bagaimana dengan keluarga yang ikut prosesi wisuda? Sayang sekali keluarga tidak bisa melihat langsung/masuk ke dalam auditorium karena keterbatasan ruangan tapi jangan sedih, disediakan tenda di samping gedung dan bisa menyaksikan prosesi wisuda via layar besar.

Bubaran wisuda lumayan riweuh mencari keluarga karena banyak peserta wisuda yang asyik berfoto di luar gedung auditorium. Oiya, selain jasa foto wisuda yang resmi disediakan oleh UT ada juga jasa foto wisuda yang disediakan oleh pihak lain, bayar tentunya. Saya gak sempat pakai jasa foto wisuda tersebut karena antrian panjang lagipula pasca wisuda langit mendung dan gak pakai hitungan lama langsung hujan deras. Berhamburan deh orang-orang mencari tempat berteduh. Alhamdulillah kami langsung menuju parkiran dan sempat berfoto setitik di gedung dekat parkiran. Hahaha… gapapa lah ya fotonya amatiran yang penting ada kenangannya.

Begitulah proses sebelum dan masa wisuda yang bisa saya ceritakan, oiya satu tips penting bagi mahasiswa UT adalah jangan lupa baca Katalog Sistem Penyelenggaraan UT di situ lengkap dijelaskan sistem perkuliahan UT biar gak kayak saya yang kebingungan LIP :D.

Sebagai penutup, terima kasih Allah Swt atas hadiah ultah ini.

For The Love of Splashing Water

Bocils sudah memasuki masa mandi bila dibutuhkan saja. Ini beneran bocils super malas, mandi cuma sekali sehari itu pun ditengah hari. Ya gapapa juga karena kalau di kampung berlaku seperti itu alasannya cai tempat mandi jauh, udaranya dingin. Ya siapa tau nanti tinggal di negara 4 musim sudah siap ya. Wkwkwk.

Kalau mandi shower ada yang nangis-nangis takut kena mata. Eh sebenarnya sudah lumayan karena sebelumnya harus mandi pake air hangat terus, sekarang sudah mau mandi air dingin. Tapi ngerecokin bundanya mandi karena maunya mandi bareng 2 bocils ini.

Bunda bilang terserah mau mandi berapa lama di hari libur tapi kalau hari sekolah no way. Kejadianlah tadi pagi karena mau mandi saja pake acara ngambek karena #3 digodain #2, disamperin dululah biar mau, ritual mandi 2 bocils ini lama deh.

Anak perempuan tuh mandi x steps, body & skin care x steps, dandan x steps biar shining, shimmering, splendid ✨

Malas mandi ini berbanding terbalik dengan berenang. Wuih bocils semangat semua kalau diajakin berenang. Saking dekatnya tempat berenang dari rumah, gak pake mandi dulu. Mandinya belakangan.

Foto di atas sih pas ditawarin berenang gratisan. Ya gak mau nolak meskipun repot bawa buntelan dari rumah mana selesai berenang masih mampir ke tempat les.

Oiya pasca mandi atau berenang, bocils selalu kelaparan. Kalau di rumah langsung deh request makanan atau mulai sibuk DIY bikin telor omelet, dll.

 

 

 

 

Lulus Kuliah?

Informasi pengumuman kelulusan adalah tanggal 18 September 2019 tapi saya bingung lihat di mana pengumumannya? Maklumlah mahasiswi kuper. Hehehe. Ternyata ada sub web sendiri untuk informasi pengumuman.

Alhamdulillah namaku terjaring untuk yudisium. Yeay. Langkah selanjutnya adalah isi formulir untuk keperluan ijazah. Persoalannya gak punya pas foto terkini. Lalu saat pelatihan kemarin pun butuh pas foto, yasudah sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Bikin pas foto di Cemerlang Foto Margonda sepulang dari pelatihan, cuma menunggu setengah jam. Awalnya mau bikin di dekat rumah tapi pulang malam, capek dan mepet.

Setelah dokumen persyaratan dipenuhi, bagian malas lainnya adalah ke kantor UPBJJ UT Jakarta. Benar saja sampai di sana, petugas di counter depan sudah tidak ada dong entah istirahat duluan apa gimana. Untung masih ada petugas yang membantu walaupun jutek sedikit. Hahaha… jelas saja dijutekin karena mahasiswa macam apa gak punya kartu mahasiswa? KTM saya hilang saat dompet saya dicopet di Pasar Tanah Abang, malas mengurus penggantian kartu toh selama ujian gak ditanya/ditunjukin (jangan ditiru ya…). KTM sementara saat awal registrasi kuliah gak sempat dicari dan dibawa. Modal memohon secara halus ke petugas untuk minta diprint KTM sementara daripada ngeyel ribut malah nanti gak dilayanin.

Alhamdulillah lagi, proses penyerahan formulir dan dokumen cepat. Sempat khawatir karena pengajuan hari Jumat dan menjelang jam istirahat, bisa rugi bandar datang lagi ke sana. Pesan petugas adalah untuk rajin cek website UPBJJ UT Jakarta untuk mendapatkan informasi kapan wisuda dan ada proses lanjutannya. Oke deh. Semoga bisa ikutan wisuda di bulan November 2019.

 

 

 

 

 

3 Hari Pelatihan di Vokasi UI

Tanggal 24 – 26 September 2019, 3 hari pelatihan di Vokasi UI. Ternyata memang selalu ada jalan ke UI. Walaupun saya bukan anak UI tapi teman kantor banyak yang anak UI dan kali ini berkesempatan mengikuti pelatihan yang diadakan oleh kantor bekerjasama dengan Vokasi UI.

Jadilah saya pertama kali masuk ke kawasan UI Depok. Luas sekali kampusnya, ada danau, pepohonan di pinggir jalan kecil, kalau jalan kaki gempor juga. 3 hari yang melelahkan karena berangkat pagi naik commuterline dari Rawabuntu – UI/Pocin sambung ojol. Di hari terakhir malah pulang ngojol ke rumah dan paginya ngojol lagi ke Depok demi bisa sampai lebih awal di hari ujian sertifikasi. Damn u unjuk rasa yang mengganggu fasilitas umum.

Tapi lumayan juga, 3 hari me-refresh pelajaran zaman kuliah dulu. Zaman teori berbeda dengan praktek. Ada beberapa materi yang out of date tapi masih ada nilai-nilai yang perlu diterapkan. Pelatihan ini bersama sesama TU senior dan pengajarnya pun golongan baby boomers 😬.

Coba renungkan: mereka maunya punya kantor kayak google tapi mempermasalahkan pegawai milenial yg bajunya kayak ke mall.

Action plan nyata dari saya sesudah mengikuti pelatihan adalah beli pantofel 😂 ya buat punya-punya saja karena terbiasa outfit kantornya santai dan nyaman.

Temu Kangen Teman SMP

Tanggal 19 – 21 September 2019 lalu, saya ada DLK ke Purwokerto mewakili pakbos PPK. Ternyata sulit mencari hotel pada tanggal tersebut, terpaksa beda hotel dengan tempat rapat, masih satu garis lurus sih lagipula Purwokerto itu kota kecil berdenah kotak-kotak gampang dijangkau antar tempat.

Mumpung di Purwokerto ya langsung mengagendakan untuk meet-up dengan teman-teman SMP. Pas lebaran lalu sebenarnya ada reuni SMP tapi saya gak bisa ikut. Untungnya teman semeja dari kelas 1 & 2 sedang berada di Purwokerto. Kalau gak ada Vitos mungkin saya akan canggung bertemu dengan teman lainnya yang kebanyakan lupa namanya.

Sebagai lulusan SD kampung yang hijrah ke kota Purwokerto awalnya banyak mengalami kesulitan bergaul. Alhamdulillah teman SMP heterogen dan baik-baik.

Olokan datang dari luar yang menyebut kami, anak SMP 7 Purwokerto sebagai SMP pacul, ndeso, SMP mewah (mepet sawah). Dulu sih minder dan kesal tapi sekaligus terpicu untuk melawan dengan belajar sehingga bisa masuk ke SMU 1 Purwokerto ya walaupun batas bawah. Hehehe.

Masa SMP adalah masanya ngebolang sepedaan dan baca komik bareng Vitos dari kelas 1 dan 2. Begitu kelas 3 beda kelas dan mulai berpisah. Gak tau yah dulu tuh namanya juga remaja.

Awal era Friendster lanjut Facebook aku search namanya tapi kok gak nemu akunnya. Tahun 2019 akhirnya bertemu di dunia maya dengan grup wa yang woles.

Hasil ngobrol saat meet-up di Bakso Sami Asih II memberikan hikmah bahwa sekalipun jalan hidup kami berliku tak perlu disesali, sekarang jalani saja dengan bersyukur. ❤️❤️❤️.

Selain meet-up, saya dan Vitos juga menyusuri tempat penuh kenangan di Purwokerto. Pertama tentunya ke Toko Aroma, niatnya makan burger legendaris etapi karena kesorean gak kebagian. Lalu menyusuri jalan hingga ke Kebondalem, makan es krim brazil, beli perabotan di Toko Hero (dasar emak-emak). Balik lagi ke Toko Aroma untuk beli oleh-oleh dan ditutup dengan makan soto ayam Sungeb.

Terima kasih juga untuk Slamet yang mengantarkan pulang dari warung bakso dan juga Alfian yang mau direpotin buat bawa mendoan dan dages mentah. Terbaik memang kalian semua.

Ghita Les Gambar

2 Februari 2019, pertama kali Ghita mengikuti les gambar di Hadiprana Art Center Alam Sutera.

Selain dorongan dari kakak ipar agar Ghita mengeksplor bakatnya, memang kami sudah berniat memasukkan Ghita ke les gambar tapi tau sendiri kan mencari tempat les gambar yang sesuai juga gampang-gampang susah. Kami pun hanya sempat mencari tempat les secara online, baik bertanya langsung ke beberapa tempat les gambar ataupun referensi dari teman-teman. Ada sih inceran art class tapi jauh di Jakarta jadi terpaksa dicoret dari daftar padahal tempat les Hadiprana ini juga bisa dibilang tidak dekat karena dari ujung ke ujung tapi paling tidak masih sama-sama Tangerang 😀

Sejak itu dimulailah rutinitas les di hari Sabtu dan Ghita masih perlu dijaga moodnya karena harus menempuh perjalanan jauh. Alhamdulillah sekarang sudah ada kemajuan dalam menggambar dan selalu gak sabar menunggu Sabtu tiba. Yeay!

Beberapa hasil karyanya Ghita saya posting di akun instagram @vgharts. Sengaja saya bikin akun khusus tentang bocils dan semoga istiqomah untuk posting karya seni yang mereka buat atau pengalaman bocils yang berkaitan dengan seni.

Hadiprana Art Center - Alam Sutera
Ruko Prominence 38F/66
Alam Sutera, Tangerang
T. (021) 3005-2655 HP 0877-8008-8796

 

 

Art Jakarta 2019

 

Art Jakarta yang terakhir kami kunjungi ternyata tahun 2017, waktu itu masih gratis dan bertempat di The Ritz Carlton Hotel Pacific Place.

Art Jakarta 2019 berbayar dan berlokasi di JCC. Rp 100.000 untuk pengunjung dewasa dan Rp 50.000 untuk pengunjung anak-anak di bawah usia 12 tahun. Jadi lumayan ya ongkos menikmati seni kontemporer ini. Hehehe.

Oiya, sebenarnya agak beresiko juga mengajak anak ke acara ini karena harus menjaga mood agar tetap menikmati karya seni yang ada. Maka saya daftarkan sebelum acara dimulai untuk mengikuti workshop: “mask painting with Eko Nugroho Art Class”. Untungnya sudah pernah menggambar topeng di tempat les jadi gak kagok amat.

Setelah acara workshop selesai dan belanja art supply di booth tersebut, mulailah berkeliling venue dan ramai dong dengan pengunjung. Sempat khawatir anak-anak menyenggol art installation. Aduh mak, gak sanggup ganti ruginya.

Jadi apa saja yang menarik perhatian di Art Jakarta 2019?

Cheuk Wing Nam, seniman Hong Kong dengan instalasi ruang “Silence – Meditation in Blue” yaitu ruang bercahaya biru dengan kipas hexos yang dinyalakan dan disalurkan melalui pipa sehingga menghasilkan suara-suara. Cuma sebentar dalam ruang tersebut, belum bisa memaknai silence – meditation yang dimaksud sang seniman.

Wave of Tomorrow: Isha Hening, panel LED yang diletakkan di lantai catwalk. Sayangnya anak-anak dilarang menginjaknya jadi skip.

Ada juga instalasi seni yang menggambarkan kehidupan sosial media seperti instagram live, betapa kita menaruh harapan pada banyaknya likers, dll.

Mohon maaf nih gak bisa banyak diceritakan pengalaman art jakarta 2019 ini. Semoga membekas dalam benak bocils dan membuka cakrawala baru mereka.