Kunjungan ITS Carabiniere

 

carabiniere_scritta
sumber foto

Pasca UTSnya Vito sebenarnya ada rencana mau ajak anak-anak berenang, sudah ditagih mulu. Tapi kebetulan banget Epy share di WAG info kedatangan kapal perang Itali ini, ih kesempatan langka dong mana cuma 2 hari saja kapal ini bersandar di Priok. Awalnya agak ragu juga ke Pelabuhan Tanjung Priok karena suami sedang DLK, saya gak bisa nyetir mobil kan. Yasudahlah demi membahagiakan anak-anak maka saya pesan grabcar pp.

Berangkat dari rumah sekitar pukul 7 pagi dan sampai di lokasi jam 9 pagi, masih sepi dan kita sempat nyasar karena lokasi pelabuhan kan luas dan terbagi beberapa dermaga. Antrian pertama yang dibolehkan naik ke kapal adalah pelajar/mahasiswa sastra Itali, antrian umum dibuka pukul 10 pagi. Alhamdulillah ya datang pagi jadi antrian masih sedikit, itu pun dari sinar matahari masih hangat hingga terik (lupa bawa topi dan kacamata hitam) dan Hafsha sudah tidak sabaran pengen naik kapal. Cara biar kalem ya foto-foto, kasih snack, dan bebasin jalan di dermaga.

Antrian masuk dibatasi 10 orang dan dipandu oleh tentara Itali, wes campur ngomong bahasa Inggris dan Itali, kita manut saja diajak keliling isi kapal, yang penting bisa foto :D. Kalau mau tau spesifikasi kapal antiselam Carabiniere bisa dibaca disini dan disini.

Setelah puas menjelajahi isi kapal, begitu turun kapal kaget deh karena antrian sudah mengular sampai ke area parkiran mobil. Pulang ke rumah menggunakan grabcar yang sama karena abangnya yang nawarin. Eh sebenarnya kita mampir ke AEON BSD sih buat makan siang. Anak-anak senang deh dapat pengalaman naik kapal, semoga ada rejeki buat naik kapal pesiar bareng ya. Aamiin.

 

Semangat Kuliah!

Perkuliahan saya saat ini sudah memasuki semester 4. Hooray!

Sebenarnya sihย sempat malas mendera, duh. TTM pertemuan pertama rada bad mood karena terlambat, grasak-grusuk dong sudah terlambat jam pertama eh sampai kampus ternyata mata kuliah dibatalkan karena gak sampai kuota. Kesel bin sedih. Mana harus ke UPBJJ UT Jakarta untuk narik uang TTM. Ntah deh kapan, belum sempat mengurusnya.

Lawan dong rasa malasnya! iya iya iya…

Baca timeline @pidibaiq dan kutemukan jawaban untuk melawan rasa malas kuliah. Ini dia kutipannya:

Fulan: Cara semangat sekolah yah?

Pidibaiq: Tak ada orang yang suka sekolah, tapi yang tetap sekolah adalah yang tau harus bagaimana dia untuk hari depannya.

Jleb. Kusukaaa… Pengen bikin banner yang GEDE quote tersebut ๐Ÿ˜€

Meet Up Bintaro


Saya kasih judul Meet Up Bintaro saja deh untuk cerita pertemuan dadakan kami hari Minggu lalu.

Setelahย Batu Tripย yang mempertemukan kembali saya dengan Happy BF, teman semeja kelas 1 & 2 masa SMA (baca ceritanyaย disini), alhamdulillah dikasih rezeki dan kesempatan berjumpa kembali karena adiknya Happy nikahan di Jakarta.

Jauh hari kita wa-an mengenai destinasi wisata di Jakarta, ternyata clueless karena pilihannya mall ๐Ÿ˜‚. Ada banyak sih tapi dengan waktu yang singkat susah dijangkau.

Karena kesibukan kami berdua menjelang hari H seperti Happy dan keluarga yang membolang ke KL, saya yang ke Batam dan kuliah Sabtu maka rencana tinggal rencana dan disusunlah pertemuan dadakan di Bintaro, di rumah Siska yang kebetulan baru melahirkan anak kedua. Woro-woro dadakan di grup SMA dan hanya Quinta yang bisa gabung. Ya maklumlah, sekarang kami semua sudah berkeluarga dan punya agenda sendiri.

Rumah saya ke rumah Siska sebenarnya dekat cuma 10 km tapi karena belum pernah main dan salah ambil jalan Sudimara yang selalu macet maka saya datang kesorean. Lucunya sampai di rumah Siska, Hafsha langsung ngeloyor masuk bergabung dengan anak-anak. Sibuklah anak-anak berantakin mainan Vinta dan kami juga menghabiskan jamuan makan sore ๐Ÿ˜‚.

Setelah (kurang) puas ngobrol dan bermain, Happy sekeluarga boyongan ikut rombongan saya untuk menginap di rumah. Sampai rumah sudah malam, gak sempat mampir jalan-jalan dan Happy & suami sudah lelah, Kaira dan Ghita masih ON terbukti masih main dan tidur bareng. Ghita senang dapat teman baru ๐Ÿ˜.

Paginya pun saya gak sempat ngobrol-ngobrol lama karena saya harus berangkat kerja dan mengantarkan Vito sekolah. Aakkk kurang lama ketemuannya! Semoga saya dan keluarga bisa kunjungan balik ke Malang ya…

Batam Trip

Senang nih kalo ada rapat koordinasi nasional ikutan boyong pindah kantor. Enggak ding, memang kami ada kegiatan monev.ย Kenangan akan kota Batam ternyata tidak terlalu membekas di ingatan saya, maklum ya sudah 17 tahun yang lalu. Faktor U…

Selama di Batam sudah mencicipi sup ikan Yongkee (love gonggong) dan another sup ikan di kawasan Windsor, mie tarempa (seperti mie Aceh tapi bumbu gak mekroh), ayam bakar dekat hotel, nasi kuning di foodcourt Lottemart (first lunch di Batam ternyata hotelnya seberang Lottemart), hotel’s breakfast dan makan siang di ruang VIP (thanks to Ridha, orang dalam ๐Ÿ˜‚; karena makan siang buffet ludes). Makan terus sis?!

Tentu ke Batam tidaklah terlewat dengan wisata belanja (tas dan parfum). Saya cuma ikutan nemenin saja ke Nagoya, entahlah gak minat dengan tas dan parfum. Bagi saya kalau KW ya pilih yang murah sekalian di Asemka, kalau mahal ya beli yang ori sekalian ๐Ÿ˜Ž.

Saya lebih tertarik belanja makanan, titipan mamah minta dibeliin ikan asin. Saya belanja di supermarket Top100, beli coklat karena kemasan kalengnya ๐Ÿ˜‚, beli teh prendjak bubuk (gak beli Kopi Tangker; btw ini khas Kepri), beli apollo roka, beli kacang pistachio, beli kaldu jamur totole (susah nemu di supermarket dekat rumah). Kalau gak ingat bagasi sih mau beli SKM 1 kg, makanan Malaysia, dll ๐Ÿ˜‚. Oiya, dulu gampang menemukan F&B dan toiletris dari Malaysia, sekarang sudah berkurang loh…

Highlight dari Batam Trip ini adalah SAYA MENYEBERANG KE BINTAN!. Happy banget gak sih? Bisa ketemuan lagi sama mbak Yayuk dan keliling Bintan dengan biaya murah.

Meskipun dadakan setelah dapat izin dari Pakbos dan mbak Yayuk dalam kondisi masuk kerja (untung ada Sidik keponakannya yang jadi tour guide dan antar jemput). Big thanks y’all.

Sore tiba di Tanjung Uban lanjut ke Sungai Kecil, rumah mbak Yayuk sambil nunggu dia pulang kerja. Truss cuss ke Lagoi, foto-foto setitik menjelang sunset. Keindahan di Lagoi masih sama seperti 17 tahun yang lalu ๐Ÿ˜. Makan malam di Pujasera dekat dormitory, sayang rasanya sudah tak seenak dahulu.

Keesokan paginya diawali dengan sarapan nasi lemak sotong, saya lanjut berkeliling diantar oleh Sidik dengan motor. Tujuannya ke Gurun Pasir dan Gurun Telaga Biru di Lobam, Busung. Sampai di Gurun Pasir baru jam 10 pagi tapi sinar matahari sudah terik sekali, sudahlah nekad foto-foto mumpung sepi. Gurun pasir ini terbentuk dari sisa penambangan. Sempat mau foto kilat di abang-abang tapi style fotonya kurang ok. Sinyal Indosat pun bapuk jadi gak bisa tag location di path deh ๐Ÿ˜‚.

Info dari abang fotografer tsb, ada Gurun Telaga Biru dekat dari Gurun Pasir, memang jaraknya tidak sampai 5 km. Lokasi gurun telaga biru pun bekas penambangan jadi belum dikelola dan sebagian masih ada penambangan pasir juga. Cukup bayar entry free, masuklah ke lokasi gurun pasir dan langsung terbelalak memandangi telaga berair biru. Subhanallah indahnya seperti surga, lupa deh terik matahari dan jalanan tanah merah. Foto yang saya ambil cuma pake hape xiaomi, tidak sempat disetting/edit/filter. So, beauty don’t ask for attention.

Lanjut dari Gurun kami menuju Gunung Bintan (no foto karena tutup), hutan Mangrove, beli otak-otak di Tanjung Uban. Rasanya seperti MTMA deh, motoran di jalanan mulus dan sepi kanan kiri semak belukar pepohonan, angin sepoi-sepoi dan kena hujan lokal baju sempat basah trus kering lagi ๐Ÿ˜‚. Ternyata pegelnya baru kerasa sekarang!.

Sayangnya tidak bisa berlama-lama di Bintan karena harus pulang ke Batam untuk kejar last flight. Tetapi karena waktu masih cukup lama maka sempat ke icon kota Batam. Kami request foto di tulisan WELCOME TO BATAM, gak afdol ke Batam kalau belum punya fotonya ๐Ÿ˜‚. Lokasinya dekat hotel dan spot fotonya di lapangan, kirain harus naik ke bukit ๐Ÿ˜‚. Selepas itu kami jajan pinggir jalan dekat lapangan seperti kerak telor (lebih mirip takoyaki), cilok dan es pokat kocok durian.

Sampai di bandara tinggal ngantuk-ngantuk ayam karena kekenyangan eh masih makan lagi di pesawat sih ๐Ÿ˜‚. See you next time Batam dan Bintan ๐Ÿ˜˜.

Gara-Gara Goblin

Ini semua gara-gara WA group dan timeline Path. Oh tidaaakkk…

Jujur deh, it’s been ages since Boys Over Flower which is 2009 saya jarang bahkan nyaris tidak pernah mengikuti KDrama lagi. Apa ya alasannya? gak ada waktu karena banyak anak mungkin jawaban pertama yang keluar dari mulut saya :D.

Oke, karena Goblin ramai diperbincangkan akhirnya saya mencoba untuk menontonnya. Eh dulu perasaan kan beli dvd bajakannya sekarang bisa streaming, lumayan ngirit ๐Ÿ˜€ (ya harus terkoneksi dengan internet sih tapi cari yang unlimited buat donlot).

Bagi yang masih males nonton Goblin, lebih baik baca postingan blog ini biar ikutan hangover :D. Tentunya ketertarikan saya dengan aktor utamanya yaitu Gong Yoo. Setelah selesai maraton Goblin saya flashback menonton KDrama saat Gong Yoo masih kinyis-kinyis yaitu Coffee Prince. Tinggal film Train to Busan yang belum saya tonton nih, bareng suami kali ya…

Kenapa jadi naksir meleleh oleh seorang ahjussi Gong Yoo? well, saya gak gitu suka sama cowok imut, rambut diwarnain, prettier face than me. Kebanyakan artis Korea kan gitu ya bikin minder gak sih? kok halusan dia mukanya daripada kita kaum perempuan?! lalu oles krim bekicot di muka… Nah Gong Yoo ini adalah lelaki mateng puun, senyum manis, humoris, tapi tetep ganteng gagah gak kalah sama Hamish. Aaakkk!

Bakal nerusin demam KDrama gak? hmm, nanti kalau perkuliahan dimulai agak susah sih membagi konsentrasi tapi selama tvN masih tersedia di paketan dasar Firstmedia dan ada serial baru yang bagus kenapa tidak? tapi jangan maraton mungkin ya ntar mata panda.

Gak sah rasanya sebagai KDrama lover kalau belum bermimpi menginjakkan kaki ke Korsel. Alasan kuatnya adalah mengunjungi lokasi syuting Goblin. Minta aamiin-nya boleh?

Trus untuk menguatkan diri sebagai home decor anthusiast, dekor rumah Goblin sangat keren dan layak ditiru, atuhlah kubosan shabbychic. Belum ada nih artikel yang membahas komplit tentang interior rumah Goblin atau tea house Grim Reaper.

Odong-odong Enak!

Kali ini mau cerita tentang Hafsha, anak bayi kecil di rumah yang bikin gemes.

Jadi, Hafsha baru memberanikan naik odong-odong setelah usia 2 tahun berbeda dengan 2 kakaknya yang sudah mengenal odong-odong sejak usia dini (sekitar usia 1 tahun). Beberapa kali diajak ke pasar malam di komplek rumah, dia menolak untuk naik odong-odong padahal sudah ditemani oleh Ghita. Alhasil Ghita menang banyak karena naik odong-odong sendirian dan Hafsha pun cukup puas dengan dibelikan balon karakter.

Sampai suatu ketika saat berbelanja di Superindo (tepatnya menunggu suami antri di kasir) yang menyediakan small playground ala timezone di samping pintu masuk supermarket (pinter ya positioningnya biar perhatian anak teralihkan), iseng deh saya ajak Hafsha ke playground tersebut dan dia duduk anteng di salah satu odong-odong koin. Wah, coba beli kartunya nih. Ealah ternyata anaknya enjoy :D.

Semenjak itu kalau diajak ke pasar malam Hafsha tambah senang menunjuk ke arah odong-odong. Nahlo, nanti ketagihan lagi?! Untungnya komplek saya sepi jarang tukang odong-odong lewat jadi masih cukup aman deh :D.

Kemudian ada pe-er lanjutan nih melatih keberanian Hafsha yaitu bonceng sepeda. Saya kan baru beli sepeda jenis retro citybike gitu dan boncengan anak yang dulu masih disimpan kembali dipasang di sepeda jadi bisa bonceng 2 anak ya walaupun gempor ya karena cuma 2 gigi. Ternyata Hafsha belum berani duduk di boncengan, padahal sudah disugesti bahwa akan asyik seperti naik odong-odong. Begini sugestinya: naik sepeda ya sama bunda, duduk di depan kayak naik odong-odong enak… eh yang diingat sama anaknya malah kata-kata naik odong-odong enak! :D.

Batu Trip

Akhir Januari 2017, saya dapat rezeki dari kantor untuk pergi ke Kota Batu. Alhamdulillah deh karena beberapa hari sebelumnya memang lagi terasa kusut banget, butuh piknik :D.

Di Kota Batu ngapain saja? agendanya adalah Outbond. Matik deh disiksa eh ternyata outbondnya menyenangkan. Selain outbond disempatkan juga mengunjungi Museum Angkut+ dan Batu Secret Zoo & Museum Satwa. Gempor-gempor deh 3 hari jalan kaki terusss…

Saya dan rombongan menginap di Amarta Hills Hotel & Resort, hotel di puncak gunung hehehe. Hotelnya bagus sayang makanannya kurang tapi karena udara dingin yasudahlah habisin daripada kelaparan dan gak bisa pesen makan :D.

Trus sempat juga makan malam di Warung Mbok Sri dan Kantor Walikota. Nah karena udara dingin apa saja jadi enak. Mana lupa bawa jaket, salah satu cara menghangatkan badan adalah dengan makan mulu.

Perjalanan ke Kota Batu ini bikin pengen someday ngajak keluarga jalan-jalan. Boleh minta aamiinnya?