Libur Akhir Tahun 2017

Dan baru diceritain sekarang. Hahaha…

Sebenarnya libur akhir tahun 2017 ya lebih banyak dihabiskan di rumah. Coba diingat deh ngapain saja liburan kali ini…

  1. Vaksin anti Difteri. Sedih loh status KLB Difteri dan masih saja beberapa orang menganggap enteng hal ini. Bocils vaksin di Puskesmas dekat rumah.
  2. Kondangan teman kerja saya di Masjid Sunda Kelapa. Awalnya berangkat ke kantor suami karena pas giliran masuk, sarapan dulu deh di Family Mart. Siangnya kondangan lanjut pulang kampung ke Priok. Bocils asyik main di RPTRA dalam kompleks, ada playground, lapangan bola, perpustakaan, balai warga. Satu hal yang belum ada di Tangsel.
  3. Bebikinan ala youtube craft. Videonya ada di instagram, eh bisa upload di sini gak ya?.
  4. Field Trip TK: Taman Safari Indonesia. Khusus mbak Ghita.
  5. Staycation Bogor.
  6. Natalan ke rumah mbah Ciledug. Tradisi setiap tahun, bocils senang lihat pohon terang, saya sih asyik ngemil banyak makanan soalnya :D.
  7. Kunjungan ke Gedung Perpusnas Marsela. Jadi Perpusnas punya gedung perpustakaan baru di Jl. Medan Merdeka Selatan (disingkat Marsela). Bocils ikut kerja dan siangnya izin main ke gedung perpustakaan ini eh malah di sini saya ketemu teman SMA.
  8. Bikin savoury bread ala-ala menggunakan sisa roti tawar. Tinggal beli kornet dan keju di minimarket. Bocils suka dan bilang tumben bunda masak? 😀
  9. Sebelum masuk sekolah, bocils sempat sakit ketularan saya. Alhamdulillah lekas sehat dan bisa masuk sekolah sesuai jadwal. Siapa yang lega anaknya masuk sekolah?
Advertisements

Staycation Bogor

Setelah merasa bersalah tidak mengajak mas Vito & Hafsha ke TSI, akhirnya dapat kesempatan juga untuk staycation di Bogor dan semua bocils ikut. Nasib ibu 3 anak 😀

Judul kerennya staycation padahal nebeng acara kantor, alhamdulillah teman sekamar newlywed memilih pulang ke Jakarta daripada menginap di Bogor. Saya berangkat langsung dari rumah ke Bogor (halo bis pusaka!) karena pagi harinya kunjungan kerja terlebih dahulu, bocils dan nenek menyusul siangnya naik grabcar. BTW, agak ngeselin nih supir grabnya karena bolak-balik minta lebihin dengan alasan baliknya kosong. Pastinya kita lebihin tapi kalo minta-minta terus dan itu pun resiko pekerjaannya ya bikin kzl. Huft!.

Setelah kunjungan kerja selesai dan bocils tiba di hotel, mereka sih maunya langsung berenang padahal sedang hujan dan laper. Lebih baik isi perut terlebih dahulu dan pilihan makan jatuh ke Warung Upnormal, sebelah hotel soalnya biar hujan gerimis gapapa deh deket ini. Beberapa kali ke Bogor pengen ke Warung Upnormal tapi selalu penuh (apalagi malam hari), penasaran sama warmindo kekinian ini. Beberapa menu mie instan dimodifnya enak tapi ada yang B saja (nyesel deh bayar mahal hahaha) tapi memang enak sih lokasinya buat nongkrong.

Untuk makan malam pilihan kami jatuh ke Kedai Kita, bocils belum pernah jajan hotplate dan pizzanya. Ludes loh makanannya, entah karena udara sejuk Bogor entah karena lapar tapi bocils sekarang sudah asyik diajak makan di luar karena selalu habis (yess, gak jadi tong sampah lagi).

Staycation agendanya makan melulu 😀 eh enggak juga sih karena kami juga berenang, mencoba beberapa alat fitness & main di kids club selain itu agenda wajibnya adalah kasih makan wortel ke rusa di KRB. Jalan kaki dari hotel mampir Taman Kencana untuk sarapan dan lanjut jalan kaki ke KRB, alhamdulillah bocils kuat. Pulangnya naik angkot.

See you again, Bogor!

 

 

Field Trip TK: Taman Safari Bogor


Tanggal 19 Desember 2017, di saat kerjaan kantor lagi hectic-nya (biasa, akhir tahun) eh sekolah TK mbak Ghita pun ikutan sibuk bikin acara field trip ke Taman Safari Bogor. Beneran deh mana sehari sebelumnya lembur dan besoknya jam 5 pagi harus standby di parkiran bis wisata. Lumayan sih ada bekal buat tambahan jajan tapi kan ngantuk…

Pengennya sih ajak mas Vito & Hafsha tapi setelah dihitung-hitung lumayan biaya tambahan pesertanya dan kasihan mbak Ghita karena perhatian bundanya terbagi. Ya sudahlah nanti kalau ada rejeki, kita pergi sekeluarga ke Taman Safari.

Berangkat ke TSI ini saya tidak banyak bawa perbekalan, cukup 2 tas ransel yang berat karena bawa bekal sarapan malah saya lupa bawa jaket untuk mbak Ghita. Perbekalan terpenting adalah bawa jas hujan.

Perjalanan berangkat saya habiskan untuk tidur sebentar padahal di sebelah heboh buibu ngalahin anaknya. Kayaknya yang kurang piknik para ibu deh…

Sampai di TSI ternyata hujan dan berkabut. Mager gak sih? Etapi karena ini kali pertama saya dan mbak Ghita ke TSI ya kami tetap excited. Perjalanan diawali dengan Safari tour melihat hewan berkeliaran bebas (sayangnya kami naik bis tinggi sehingga saat di kawasan hewan jinak tidak bisa buka jendela) walaupun pas melewati kawanan singa dan harimau kami merasa beruntung (ya gimana… mereka kayak lagi nunggu bis nongkrong pinggir jalan, ngeri juga kalau pakai mobil pribadi).

Setelah Safari tour dilanjutkan dengan menonton pertunjukan. Karena keterbatasan waktu hanya beberapa pertunjukan yang kami tonton antara lain pertunjukan burung, lumba-lumba, cowboy, harimau dan gajah. Selain harus melihat jadwal pertunjukan perlu juga memperhitungkan jarak dari satu lokasi pertunjukan dengan lainnya. Kemarin kami berjalan kaki dari lokasi pertunjukan burung ke lokasi pertunjukan lumba-lumba, ampun deh capek nanjak. Memang ada bis wara-wiri tapi itu pun harus antri dan menunggu dan bayar per orang :D. Alhamdulillah mbak Ghita gak banyak mengeluh, makannya lahap dan jajannya cuma sedikit :D.

Sepulang dari TSI, bis tidak langsung pulang tapi mampir dulu ke tempat oleh-oleh. Nama pun bawa buibu ya… saya sih malas turun dan lagi-lagi kami gunakan waktu untuk tidur. Saya kepikiran bakal kemalaman pulang tapi alhamdulillah jalan tol lancar.

 

 

#TUMluncheon: Pendidikan Anak di Era Digital

04894087-fd5b-4327-9fc2-cc4bfa62d4ea
credit pic: IG @the_urbanmama

Tanggal 7 Desember 2017 lalu saya menghadiri acara #TUMluncheon yang diadakan oleh The Urban Mama bekerjasama dengan Quipper Indonesia mengangkat tema “Pendidikan Anak di Era Digital”. Acara diawali dengan makan siang di Restoran Ocha & Bella, Hotel Morrissey (that’s way saya ikutan :D, bisa kabur sebentar dari kantor). Acara #TUMluncheon ini merupakan acara bincang santai di jam makan siang tapi temanya berbobot dan mengundang pakar pendidikan Ibu Itje Chodijah. Teh Ninit, The Urban Mama juga sharing experiences dalam mendidik anak-anaknya (Teh Ninit idolaku…).

Beberapa point penting dari #TUMLuncheon:

Teh Ninit: Era digital disikapi dengan positif, set the rule dengan anak dalam mengakses internet.

Bu Itje Chodijah: Orang tua & pendidik sebagai penumbuh perilaku anak. Peran orang tua, pendidik dan masyarakat berjalan bersama dalam pendidikan. Pendidikan tidak hanya konten tetapi juga penguasaan soft skills. Dampingi anak belajar dengan santai dan ciptakan suasana nyaman. Cari video presentasi yang bagus untuk media pembelajaran anak dalam mengekspresikan diri dan keilmuannya.

Tak lupa product knowledge dari Quipper Indonesia. Ibu Pipit Indrawati, Content Manager Quipper Indonesia menjelaskan tentang visi “distributors of wisdom” bahwa semua anak Indonesia berhak mengakses pendidikan (SD-Kuliah) di era digital. Produk Quipper a.l. Quipper School, Quipper Video, Quipper Campus. Di mobile apps Quipper Indonesia, anak dapat mengakses video pelajaran, mengunduh catatan dan tentunya mengerjakan soal. Orang tua dapat mengawasi progres belajar anak. Video pelajaran disajikan oleh pendidik terpilih. Kurikulum yang disediakan adalah kurikulum 2006 dan kurtilas (2013). Learning in your hand dengan biaya lebih terjangkau daripada ikut bimbel.

Tertarik banget nih, sayangnya belum ada untuk anak SD baru ada untuk anak SMP dan SMU. Oiya selain itu untuk anak SMU juga ada Quipper Campus berupa panduan masuk perguruan tinggi sesuai minat dan bakat mereka. Oh enak sekali jadi anak sekolah zaman sekarang.

Acara ditutup dengan foto bersama dan pembagian goodie bag. Sayang gak bisa berlama-lama karena saya harus balik ke kantor. Terima kasih The Urban Mama & Quipper Indonesia :*.

 

Decathlon Time


Saya taunya decathlon itu sejenis lomba atletik, memang benar sih tapi yang dimaksud di sini adalah toko perlengkapan olahraga yang baru buka di Alam Sutera.

Penjualan online sudah bisa dilakukan sebelum grand opening dengan pilihan kirim ke alamat atau bisa diambil di toko (harus banget ya nyebutnya dengan toko :D). Saya termasuk yang ikutan bikin akun belanja di web decathlon terus asyik pilih-pilih walaupun pas checkout banyak yang dihapus (tanggal tua kakak…) :D. Saya pilih ambil barang di toko biar bisa cek ombaklah… BTW, biarpun Alam Sutera masih Tangsel mendekati Tangerang tapi jaraknya lumayan jauh dari rumah, kalau dekat bisa deh buka jastip.

Decathlon adalah sport retailer asal Perancis. Decathlon brings the joy of sports to people across the world by developing innovative and affordably priced sportswear and sports. Lokasi toko Decathlon ada di sebelah IKEA Alam Sutera, dekat dengan GTO. Masuk ke toko Decathlon memang bikin aura gembira, mata berbinar dan beberapa barang memang harganya terjangkau. Biasanya kan toko perlengkapan olahraga spesifik berdasarkan cabang olahraga, jarang yang komplit nah di Decathlon perlengkapan olahraga yang ditawarkan cukup beragam bahkan di beberapa cabang olahraga yang sedikit peminatnya seperti berkuda, saya jadi tau bentuk fisik celana jodhpur kemudian ada net bulutangkis portabel, dan beberapa inovasi lainnya dalam peralatan olahraga yang baru saya ketahui. Di tokonya kita pun bisa mencoba berbagai peralatan olahraga. Senang deh, bocils dan suami mencoba alat panahan, sepeda, skuter, badminton, bola, panjat tebing… eh banyak ya…

Terus saya bermimpi keluarga saya suka olahraga semua paling tidak olahraga rekreasi bukan olahraga prestasi, ya banyakin aktivitas outdoor gitu. Oke, sekarang bikin wishlist dulu. Ada beberapa barang incaran dan harus nabung dulu. Oiya, di area dekat parkiran disediakan playground lebih tepatnya area skate board, kalau cuma mau nonton bisa kok duduk manis di kursi yang disediakan oleh IKEA. Di Decathlon tidak ada tempat makan ya, jadi melipir saja ke restoran IKEA kalau misalnya laper banget kalau belum lapar banyak kok tempat makan di sekitar Alsut.

 

Hafsha 3 Tahun

Nenek masak nasi kuning untuk merayakan ulang tahun Hafsha yang ke-3. Nasi kuningnya doyong karena di dalamnya ada harta karun berupa potongan ayam goreng :D.

Setelah berfoto dan sarapan nasi tumpeng, saya ajak Ghita dan Hafsha untuk mengikuti acara #dreameshdiyclub di grand opening The Children’s Place di Plaza Indonesia. Pengennya dandanin anak ya karena ke acara pembukaan toko baju anak masa kucel tapi anaknya punya pilihan sendiri (termasuk Hafsha). Huft.

Dari rumah kami diantar tante ke stasiun Rawa Buntu lanjut dengan commuterline menuju stasiun Sudirman. Agak nekat nih bawa 2 bocils naik kereta di saat sakit migren. Ya kalau sakit banget terpaksa pulang deh. Lumayan repot sih waktu berganti peron di stasiun Tanah Abang dan berganti naik taksi menuju Plaza Indonesia.

Niat utamanya beneran buat ikutan #dreamesdiyclub saja eh ternyata pembukaan toko baju anak ini happening banyak selebgram dan artis yang datang. Duh, remah rempeyek deh diriku. Dan bocils khususnya Hafsha memang khusyuk untuk bebikinan, tetap asyik mewarnai tote bag walaupun ada fashion show melintas di depannya. Trus selesai mewarnai bosen dong, ngajak jalan ke sekitar mall dan nyangkut bermain lego di Toys Kingdom. Gak bisa deh emaknya jadi buzzer :D.

Setelah puas dan bosan, kami berpindah ke mall sebelah untuk makan siang. Repot juga karena sepatu Hafsha kebesaran, mau gak mau minta gendong. Sebelum menuju food court yang berpindah lantai, kami melewati department store siapa tau ada diskonan sepatu anak. Nyatanya gak ada :(.

Yasudahlah isi perut dulu, untung dapat spot meja kosong jadi bocils bisa duduk menunggu sementara saya antri beli makan. Sekarang kalau beli makan beneran hitung kepala karena ludes dimakan, gak bisa berharap sisaan. Sudah gak jadi tong sampah lagi :D.

Eh ternyata sebelah tempat makan ada diskonan Seibu, iseng masuk nitip tas, siapa tau ada sepatu anak. Alhamdulillah ada, 2 bocils beli sepatu baru deh trus pas mau bayar saya inget-inget saldo di rekening cukup apa gak buat debit :D. November ini bulannya beli sepatu anak, iya 3 anak sekaligus.

Bonus dari belanja diskonan adalah minum kopi starbucks gratis, gapapa deh biarpun cuma hot coffee.

Sepatu baru langsung dipake bocils, senangnya punya sepatu baru dan kembaran. Perjalanan pulang lancar, bocils ketiduran di kereta. Sampai Rawa Buntu sudah ada tante yang menjemput dan setiba di rumah hujan deras. Wah, alhamdulillah gak kehujanan di jalan.

Lumayan seru birthday trip ala-ala girl’s day out. Kapan-kapan jalan lebih jauh dan lebih seru ya… No gendong tapinya karena besoknya tangan saya pegel.

Jogjakarta Trip

Pulang ke kotamu

Ada setangkup haru dalam rindu

Masih seperti dulu

Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna

Terhanyut aku akan nostalgi

Saat kita sering luangkan waktu

Nikmati bersama

Suasana Jogja

*monmaap Jogja bukan salah satu kota kenanganku #digetokwargaJogja

Liburan lebaran tahun 2016, cuma lewat saja di Jogjakarta. Masa SMA pernah PP Purwokerto-Jogja, pernah nginep juga tapi namanya juga anak sekolah cekak. DLK ke Jogjakarta sudah beberapa kali tapi kebanyakan ngendon di hotel atau gak kunker. Tapi kerjaan kemarin ke Jogjakarta bikin saya mulai menyukai Jogja kok…

BTW, jadi teringat bulan Agustus lalu sudah pernah ke Jogja dan sempat meet-up dengan Hani teman SMA yang sekarang bermukim di Jogja. Kok bisa kelewat gak diceritain diblog? Copas saja dari status FB deh.

20770405_10214236689539225_4673864012903663927_n

Meet up sama Hanny, teman SMA yg sekarang bermukim di Jogja. Obrolannya ya sekarang tentang parenting 😂.
.
.
Makasih ya Hanny, sudah repot nyamperin ke hotel di pinggir kota, bawain oleh-oleh trus drop-in ke Mirota Edit😘. Kalo ke Jakarta kabarin ya… Semoga dipertemukan lagi bersama teman magic class lainnya juga. Bikin acara reunian kelas aja apa bu @happyfebriasih ?

Kunker Jogja ini bertemakan budaya, asyik jalan-jalan 😀 Di awali kunjungan ke Museum Benteng Vredeburg, Dinas Kebudayaan, dan gongnya sih kunjungan lapangan ke Candi yang sedang direvitalisasi. Ih banyak saja Candi yang sedang dipugar antara lain Candi Ijo, Candi Banyunibo, Candi Barong dan Candi Kedulan. Untuk Candi Kedulan ini bahkan masih panjang perjalanan pemugarannya, masih diekskavasi (dari tahun 1993) kalau ke sana seperti shooting film The Mummy deh, masih gali-gali lokasi candi. Selain ke beberapa candi tersebut, kami pun singgah ke candi kekinian yaitu Tebing Breksi eks penambangan batu. The most challenging experience adalah naik crane ke puncak candi perwara Prambanan. Ada tuh bikin vlog ala-alanya 😀



Pengalaman seru lainnya adalah kami diundang menonton Ketoprak Conthong lakon Angkasa Wutah Getihku di Taman Budaya Jogjakarta. Senang banget deh, walaupun ketoprak bahasa Jawa yang sebagian tidak kumengerti tapi sukses bikin ketawa terbahak-bahak. Makan malam kami pun cukup nasi kucing di lesehan Malioboro. Duh, BAHAGIA ITU SEDERHANA ya… pindah apa ke Jogja? mulai deh kalau ke daerah gini bandingin dengan kehidupan Jabodetabek.

Karena salah jadwal, saya pulangnya agak sore dan yang lain pulang duluan. Daripada mati gaya, saya jalan sebentar ke Pasar Beringharjo, bukan cari batik sebenarnya cari barang antik dan kriya. Ternyata Pasar Beringharjo luas ya… selama ini hanya tau bagian depannya saja, semakin ke belakang semakin beragam. Cuma beli tiwul dan jagung gerontol mentah dan karung terigu buat next weekend project. Di belakang Pasar Beringharjo ada toserba Progo, ya ampun ini surga emak-emak banget! walaupun toserbanya jadul dan berantakan tapi barang dagangannya komplit. Pengen deh belanja kriya dan perintilan rumah tangga cuma ngebayangin repotnya antrian bagasi, diurungkan deh niatnya. Next visit deh ya…